OKU TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Perjalanan rombongan calon jemaah haji berubah jadi momen mencekam setelah bus yang mereka tumpangi terguling di Jalan Lintas Belitang BK 8, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Kecelakaan tunggal ini menyebabkan delapan penumpang terluka, empat di antaranya dalam kondisi serius.
Insiden terjadi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 14.15 WIB, saat bus Putra Sulung bernomor polisi B 7050 yang mengangkut 31 orang melaju di jalur tersebut.
Tiba-tiba kendaraan oleng, keluar dari badan jalan, lalu terguling di sisi kiri jalan.
Sopir Diduga Main Ponsel, Konsentrasi Hilang
Kasatlantas Polres OKU Timur, AKP Panca Mega Surya, mengungkapkan kecelakaan diduga kuat dipicu kelalaian sopir.
Pengemudi bernama Johan (42), warga Buay Madang Raya, diduga kehilangan fokus karena menggunakan ponsel saat mengemudi.
“Pengemudi kurang konsentrasi karena mengoperasikan handphone saat berkendara. Kendaraan keluar jalur lalu terguling,” tegasnya, Selasa (21/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Detik-detik kecelakaan berlangsung cepat. Bus tiba-tiba oleng sebelum akhirnya terbalik di luar badan jalan. Para penumpang yang sebagian merupakan calon jemaah haji langsung panik dan berteriak meminta tolong.
Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera bergegas ke lokasi untuk membantu mengevakuasi korban dari dalam bus.
8 Penumpang Terluka, 4 Kondisi Serius
Akibat insiden tersebut, delapan penumpang mengalami luka-luka. Rinciannya, empat orang mengalami luka berat dan empat lainnya luka ringan.
Seluruh korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Polisi juga mengingatkan seluruh pengemudi agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
Kecelakaan ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan bisa berujung fatal. Terlebih, perjalanan rombongan ibadah seharusnya mengedepankan keselamatan maksimal. (red)
Editor : Hadwan


















