Hewan Liar Ternyata Dokter Bagi Dirinya Sendiri, Bukti Baru

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bukan hanya manusia yang minum obat saat sakit. Simpanse, gajah, hingga burung makau ternyata punya resep rahasia dari alam untuk menyembuhkan diri. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bukan hanya manusia yang minum obat saat sakit. Simpanse, gajah, hingga burung makau ternyata punya resep rahasia dari alam untuk menyembuhkan diri. Dok: Istimewa.

EDINBURGH, POSNEWS.CO.ID – Selama ini, banyak pihak menganggap gagasan bahwa hewan mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit mereka sendiri sebagai fiksi belaka. Namun, pandangan skeptis tersebut mulai runtuh. Dr. Engel, dosen ilmu lingkungan di Open University Inggris, telah menghabiskan satu dekade terakhir untuk mengumpulkan bukti tak terbantahkan mengenai perilaku pengobatan mandiri pada hewan liar.

Dalam sebuah pembicaraan di Edinburgh Science Festival baru-baru ini, Dr. Engel memaparkan temuan mengejutkan. Semakin banyak ahli perilaku hewan kini meyakini bahwa satwa liar secara aktif menangani kebutuhan medis mereka sendiri dengan kecerdasan yang mengejutkan.

Resep Anti-Parasit ala Simpanse

Salah satu bukti paling awal muncul pada tahun 1987 di Taman Nasional Pegunungan Mahale, Tanzania. Peneliti Michael Huffman dan Mohamedi Seifu mengamati simpanse yang menderita cacing usus dengan sengaja mengonsumsi empulur tanaman Veronia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penduduk lokal mengenal tanaman berjuluk “pembunuh kambing” ini karena kandungan bahan kimia beracun bernama terpene. Hebatnya, simpanse tahu persis dosis yang tepat: cukup kuat untuk membunuh parasit di perut, tapi tidak sampai membunuh diri mereka sendiri.

Baca Juga :  Dari Kotak Besi Abad Pertengahan hingga Algoritma RSA

Tidak hanya bahan kimia, simpanse juga menggunakan metode mekanis. Peneliti Richard Wrangham di Cagar Alam Gombe Stream melihat simpanse menelan utuh daun pohon Aspilia dengan cara melipatnya. Ternyata, daun-daun ini memiliki kait mikroskopis di permukaannya. Saat keluar bersama kotoran, kait-kait pada daun tersebut menjerat cacing usus dan membuangnya keluar.

Tanah Liat: Detoks Alami

Bukti lain menunjukkan bahwa banyak spesies hewan memakan tanah atau kotoran, sebuah perilaku yang ilmuwan sebut sebagai geophagy. Awalnya, ilmuwan mengira mereka mencari mineral. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal lain: hewan memakan tanah justru di daerah yang tanahnya miskin mineral.

Eksperimen James Gilardi dari Universitas California pada tahun 1999 terhadap burung makau memberikan jawaban. Burung-burung ini memakan biji-bijian yang mengandung alkaloid beracun. Gilardi menemukan bahwa makau yang memakan tanah liat memiliki kadar racun 60% lebih rendah dalam darah mereka dibandingkan yang tidak. Tanah liat, khususnya lempung, berfungsi mengikat dan menetralkan racun tersebut sebelum tubuh menyerapnya.

Baca Juga :  Sejarah Pengukuran Kecerdasan: Dari Alat Diagnostik Alfred Binet hingga Lahirnya Skor IQ

Gajah juga memperlihatkan perilaku serupa. Mereka menjilati tanah liat sepanjang tahun, kecuali pada bulan September saat mereka berpesta buah-buahan yang aman bagi pencernaan. Bahkan, penambahan tanah liat pada pakan ternak sapi terbukti meningkatkan penyerapan nutrisi hingga 20%.

Pelajaran untuk Manusia

Dr. Engel sangat antusias dengan potensi penerapan pengetahuan ini. Memahami cara hewan menjaga kesehatan mereka bisa membuka jalan untuk meningkatkan kesehatan ternak secara alami.

Manusia pun sebenarnya telah lama meniru kearifan alam ini. Pasar-pasar di Afrika sering menjual tablet tanah liat untuk berbagai keluhan medis. Bahkan, gorila gunung Rwanda memakan jenis tanah liat yang mirip dengan kaolinit—bahan utama obat pencernaan yang banyak beredar di apotek Barat.

Ternyata, ungkapan “sakit” pada hewan mungkin justru menunjukkan proses penyembuhan cerdas yang selama ini luput dari pengamatan manusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

ASUS meluncurkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT edisi spesial Onimusha. Simak spesifikasi RDNA 4, desain Oni Gauntlet. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Rilis Kartu Grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT

Sabtu, 31 Okt 2026 - 15:50 WIB