Ibu Tiri Siksa Anak hingga Tewas Resmi Tersangka, Luka Bakar dan Lebam Diungkap Polisi

Selasa, 25 November 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, polisi melakukan penyelidikan di hotel terkait dugaan penyekapan di Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, polisi melakukan penyelidikan di hotel terkait dugaan penyekapan di Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Kasus penganiayaan sadis yang dilakukan Ibu tiri hingga menewaskan anaknya kembali menggemparkan publik. Korban tewas dengan kondisi luka bakr dan lebam di sekucur tubuhnya.

Polisi resmi menetapkan Sari Mulyani (26) sebagai tersangka setelah menganiaya anak tirinya, Raditya Allbyan Fauzan (4), hingga tewas di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tubuh bocah malang itu ditemukan penuh lebam, memar, dan luka bakar, diduga akibat penyiksaan yang dilakukan berulang.

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung langsung menetapkan status tersangka terhadap Sari usai melakukan pemeriksaan intensif.

Sudah tersangka,” tegas Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga :  Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras

Tak hanya menetapkan, polisi juga menahan Sari untuk kepentingan penyidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilakukan penahanan,” tambah Anton.

Aksi Keji di Rumah Kontrakan

Penganiayaan itu terjadi di rumah kontrakan pelaku di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru. Sari diduga melakukan kekerasan fisik berulang terhadap Raditya, termasuk memukul dan menyiksa hingga muncul luka bakar di tubuh korban.

Sumber kepolisian menyebut penyiksaan dilakukan tidak hanya sekali, melainkan terjadi dalam beberapa waktu.

Kasus ini terungkap setelah Pian, ayah kandung korban sekaligus suami Sari, melapor ke polisi usai mengetahui kondisi anaknya kritis.

Raditya sempat dilarikan ke RSUD Ujungberung, namun nyawanya tak tertolong.

Baca Juga :  Kasus Video Stand Up Comedy, Dittipidsiber Periksa Admin Kanal Pandji Pragiwaksono

Autopsi Ungkap Luka Baru dan Lama

Kompol Anton menyebut hasil autopsi menunjukkan temuan mengerikan.

“Banyak luka-luka, baik luka baru maupun luka lama,” ujar Anton.

Temuan itu menguatkan dugaan bahwa Raditya mengalami kekerasan sistematis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Penyidik kini mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan pelecehan, kekerasan psikologis, hingga pola penyiksaan yang dilakukan dari hari ke hari.

Polisi juga menelusuri apakah ada pihak lain yang mengetahui tindakan tersebut namun tidak melapor.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga, yang belakangan meningkat menurut catatan perlindungan anak nasional. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB