Imbas Banjir, Layanan KRL Tanjung Priok–Jakarta Kota Masih Terganggu

Minggu, 18 Januari 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Genangan banjir menghambat jalur KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Jakarta Kota, Minggu pagi. (Posnews/Net)

Ilustrasi, Genangan banjir menghambat jalur KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Jakarta Kota, Minggu pagi. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Layanan KRL Tanjung Priok–Jakarta Kota belum normal pagi ini, Minggu (18/1/2026). Banjir di kawasan Stasiun Jakarta Kota menghambat jalur perlintasan kereta, sehingga layanan terganggu.

KAI Commuter merilis informasi resmi pukul 05:33 WIB bahwa rangkaian KRL sementara tidak dapat melintasi rute tersebut.

Kondisi ini berdampak langsung pada para pengguna jasa yang hendak bermobilitas di sepanjang jalur Tanjung Priok menuju Jakarta Kota maupun sebaliknya.

Baca Juga :  Update BPBD: Banjir Jakarta Mulai Surut, Genangan Tersisa di 28 RT dan 6 Ruas Jalan

“Imbas genangan air di Stasiun Jakarta Kota, perjalanan Tanjung Priok Line belum dapat dilalui,” tulis keterangan resmi KAI Commuter dalam unggahannya.

KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang dan selalu mengutamakan keselamatan.

Petugas meminta penumpang mengikuti arahan di lapangan dan memantau informasi terbaru melalui kanal resmi perusahaan.

Baca Juga :  KPK Bongkar Skandal Proyek Kereta Cepat Whoosh, Tanah Negara Dijual ke Negara Sendiri

“Kami mengimbau kepada pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan ikuti arahan dari petugas. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian keterangan KAI Commuter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas belum memperkirakan kapan genangan air surut sehingga jalur KRL bisa kembali normal.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB