KPK Bongkar Skandal Proyek Kereta Cepat Whoosh, Tanah Negara Dijual ke Negara Sendiri

Selasa, 11 November 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan asal Malaysia memadati kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
(Posnews/Ist)

Wisatawan asal Malaysia memadati kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pejabat yang bermental korup pasti akan mengeruk apa pun demi kepentingan pribadi dan keluarganya, di mana pun ia berada.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terjadi dalam skandal besar yang mengguncang proyek prestisius Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh.

Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi pembebasan lahan yang menyeret sejumlah oknum nakal.

Mereka diduga menjual tanah milik negara ke negara sendiri demi meraup keuntungan pribadi.

Tanah Negara Disulap Jadi Ladang Uang

Lebih lanjut, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan modus licik yang terendus penyidik.

“Dalam penyelidikan, kami menemukan oknum yang menjual tanah milik negara ke negara sendiri,” tegas Asep, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga :  KPK Gelar 3 OTT Serentak, 25 Orang Dicokok di Banten, Bekasi, dan Kalsel

Bahkan, ia menambahkan, tanah yang seharusnya menjadi aset negara dijual dengan harga tidak wajar, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi keuangan negara.

“Kerugian dari sisi pembebasan lahan inilah yang kami kejar dan harus dikembalikan kepada negara,” ujarnya tegas.

Meski begitu, Asep menegaskan tidak semua pembebasan lahan bermasalah.

Ia menjelaskan, KPK hanya menindak kasus dengan indikasi kuat adanya markup atau pengalihan aset negara secara ilegal.

“Kalau pembayarannya sah dan nilainya wajar, tentu tidak kita perkarakan.

Namun, kalau pembayarannya tidak wajar, atau bahkan tanah negara diakali seolah milik pribadi, itu pasti kami sikat!” tandasnya.

Penyelidikan Menyisir Jalur Whoosh

Selanjutnya, Asep mengungkap bahwa penyelidikan kasus ini telah berjalan sejak awal tahun 2025.

Baca Juga :  KPK Bongkar Diskon Pajak 80 Persen di KPP Jakut, Pejabat Pajak Minta Fee Rp8 Miliar

Fokus utama KPK kini tertuju pada pembebasan lahan di sepanjang jalur proyek Whoosh, mulai dari Halim, Jakarta, hingga Bandung.

“Masalahnya bisa di Halim, bisa di Bandung, atau di antaranya. Semuanya sedang kami dalami,” ungkap Asep.

Tak hanya itu, Asep memastikan penyelidikan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Kasusnya masih di tahap penyelidikan, tapi progresnya positif dan terus bergerak,” kata Asep menutup pernyataannya.

Dengan demikian, kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek strategis nasional.

KPK menegaskan akan menelusuri setiap rupiah hasil kejahatan tanah Whoosh dan mengembalikannya ke kas negara. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB