POSNEWS.CO.ID, MUMBAI — Impor minyak nabati India naik ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Juli. Kilang minyak meningkatkan pembelian minyak sawit dan kedelai untuk mengisi kembali stok jelang musim festival, menurut badan perdagangan terkemuka pada Kamis.
Lonjakan Permintaan Jelang Musim Festival
Peningkatan permintaan dari India, importir minyak nabati terbesar dunia, berpotensi membantu produsen utama seperti Indonesia, Malaysia, dan Argentina menekan stok mereka. Selain itu, lonjakan ini juga berpotensi mendukung harga futures minyak sawit dan kedelai acuan.
Rincian Angka Impor per Komoditas
Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) yang berbasis di Mumbai melaporkan impor minyak sawit Juli naik sekitar 50 persen dari bulan sebelumnya. Angka ini mencapai 730.965 metrik ton, level tertinggi dalam lima bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, impor minyak kedelai naik 31 persen menjadi 498.881 ton, tertinggi dalam tujuh bulan. Impor minyak bunga matahari juga meningkat sekitar 4 persen menjadi 251.639 ton, menurut SEA.
Total impor minyak nabati naik 33,3 persen menjadi 1,48 juta ton, level tertinggi sejak September 2025. SEA menegaskan angka ini tidak mencakup pengiriman bebas bea yang tiba lewat jalur darat dari Nepal.
Faktor Pendorong Kenaikan Impor
CEO Sunvin Group, Sandeep Bajoria, menjelaskan kilang meningkatkan pembelian mengantisipasi permintaan lebih kuat jelang musim festival. Ia menyebut India akan merayakan serangkaian festival antara Agustus dan November, periode ketika permintaan minyak nabati biasanya mencapai puncaknya.
Bajoria memperkirakan impor akan tetap kuat pada Agustus, dengan pengiriman minyak sawit berpotensi melampaui 700.000 ton. Sementara itu, India mengimpor sebagian besar minyak sawitnya dari Indonesia dan Malaysia, sedangkan minyak kedelai dan bunga matahari sebagian besar berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.













