Industri Tekstil RI Tancap Gas, Ekspor Tembus USD 11,98 Miliar di 2025

Jumat, 17 April 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau pameran Indo Intertex 2026 di JIExpo Jakarta. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau pameran Indo Intertex 2026 di JIExpo Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan, Budi Santoso optimistis industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional terus tumbuh positif meski diterpa dinamika perdagangan global.

Kunci utamanya, Indonesia memiliki ekosistem tekstil yang lengkap dari hulu hingga hilir.

Pernyataan itu disampaikan saat Mendag mengunjungi Indo Intertex 2026 di Jakarta International Expo, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Budi, industri tekstil Indonesia unggul karena rantai produksinya terintegrasi. Mulai dari bahan baku, pabrik, distribusi, desainer, hingga pelaku UMKM, semuanya tersedia dan berjalan efektif.

“Ekosistem kita sangat kuat dan lengkap. Ini modal besar untuk bersaing di pasar global,” tegasnya.

Ekspor TPT Tembus USD 11,98 Miliar

Kinerja ekspor tekstil Indonesia terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai ekspor TPT mencapai USD 11,98 miliar dengan surplus sebesar USD 2,81 miliar.

Capaian ini menegaskan produk tekstil Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan daya saing menjadi fokus utama untuk menekan laju impor.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Hadiri Natal 2025, Ajak Personel Polri Tingkatkan Pengabdian dan Empati

“Kalau kualitas kita kuat, impor bisa dikendalikan dan produk lokal makin dominan,” jelas Budi.

Pemerintah juga mengandalkan perjanjian dagang untuk memperluas pasar ekspor. Salah satu yang paling strategis adalah pasar Amerika Serikat.

Total ekspor Indonesia ke AS mencapai sekitar USD 30 miliar, dengan surplus perdagangan sebesar USD 18,11 miliar—terbesar dibanding negara lain.

“Pasar AS harus terus dijaga dan dioptimalkan,” tegasnya.

Meski kondisi geopolitik global memicu tekanan, pelaku industri tekstil nasional dinilai tetap tangguh. Bahkan, mereka mampu bersaing dengan produk asing berkat ekosistem yang solid.

“Semua negara terdampak, tapi industri kita tetap kompetitif,” ujar Budi.

API: Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menekankan pentingnya inovasi untuk menjaga daya saing.

Direktur Eksekutif API, Danang Girindrawardana, menyebut industri perlu fokus pada efisiensi bahan baku dan modernisasi teknologi.

Baca Juga :  Rasa Nasionalisme dan Satu Bangsa yang Dibayangkan

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menekan impor ilegal yang dinilai membantu industri dalam negeri.

“Penegakan hukum terhadap impor ilegal sangat berdampak positif bagi pelaku industri,” ujarnya.

Indo Intertex 2026 Diserbu Pengunjung

Sementara itu, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, mengungkapkan antusiasme tinggi terhadap Indo Intertex 2026.

Hingga siang hari, pengunjung menembus lebih dari 10 ribu orang, setelah sehari sebelumnya mencapai 14 ribu.

Tak hanya itu, delegasi dari enam negara ASEAN juga hadir, memperkuat posisi pameran ini sebagai ajang bisnis tekstil internasional.

Indo Intertex menjadi platform penting bagi pelaku industri tekstil dunia. Pameran ini mempertemukan produsen serat, benang, kain, garmen, hingga mesin dan aksesori tekstil dalam satu forum bisnis.

Dengan momentum ini, industri tekstil Indonesia diprediksi semakin agresif menembus pasar global dan memperkuat posisi sebagai pemain utama di kawasan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun
AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan
Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi
Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor
Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:58 WIB

AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026

Berita Terbaru