Kriteria Matang Panen TBS demi Rendemen Minyak Maksimal

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengawal kedaulatan industri hijau. Badan Standardisasi Nasional mendorong percepatan akreditasi kelapa sawit guna menembus pasar ketat Uni Eropa. Dok: Istimewa.

Mengawal kedaulatan industri hijau. Badan Standardisasi Nasional mendorong percepatan akreditasi kelapa sawit guna menembus pasar ketat Uni Eropa. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketepatan waktu panen kelapa sawit menentukan kualitas minyak sawit mentah yang akan dihasilkan oleh pabrik. Kesalahan dalam menentukan kematangan buah akan berdampak langsung pada penurunan rendemen minyak secara drastis. Oleh karena itu, para pemanen harus memiliki keahlian khusus untuk mengidentifikasi kondisi kematangan buah di lapangan.

Kriteria Matang: Brondolan Lepas sebagai Indikator Utama

Petani harus memastikan buah sawit telah mencapai tingkat kematangan yang optimal sebelum melakukan pemotongan pelepah. Secara spesifik, indikator paling mudah adalah dengan mengamati jumlah buah yang lepas atau memberondol dari tandannya. Sebagai contoh, standar umum mensyaratkan minimal 2 hingga 5 brondolan yang jatuh ke piringan pohon.

Baca Juga :  Kebijakan Satu Pintu Danantara Berisiko Ganggu Pasokan Global

Sementara itu, warna kulit buah juga akan berubah menjadi merah oranye yang cerah dan mengilap. Dengan begitu, kandungan minyak di dalam daging buah atau mesokarp telah mencapai konsentrasi maksimal yang paling tinggi. Namun, pemanen harus menghindari memotong tandan buah mentah karena tidak mengandung minyak dalam jumlah yang memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknis Pemanenan: Penggunaan Alat Tepat dan Keselamatan Kerja

Proses pemotongan buah membutuhkan keahlian fisik dan penggunaan alat panen yang tajam serta sesuai standar. Sebab, petani menggunakan dodos untuk memanen pohon sawit yang masih muda dan berumur rendah. Sebaliknya, mereka harus beralih menggunakan egrek jika tinggi pohon sawit sudah melampaui jangkauan tangan manusia.

Selain itu, keselamatan kerja para pemanen juga harus menjadi prioritas utama selama beraktivitas di kebun. Oleh sebab itu, pemanen wajib menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti helm pelindung dan sepatu bot. Akibatnya, mereka dapat terhindar dari risiko terkena duri pelepah atau buah sawit yang sangat berat.

Baca Juga :  Trump Tabrak Aturan PBB: AS Siap Lelang Laut

Sistem Transportasi: Menekan Kadar Asam Lemak Bebas

Setelah pemotongan selesai, pekerja harus segera mengumpulkan tandan buah segar di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH). Sebab, proses pengangkutan menuju pabrik kelapa sawit harus berlangsung secepat mungkin tanpa adanya penundaan lama. Dengan demikian, buah sawit harus sampai di pabrik dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dipotong.

Sementara itu, penundaan transportasi akan memicu peningkatan kadar asam lemak bebas secara cepat di dalam buah. Akibatnya, kualitas minyak mentah akan menurun sehingga pabrik akan menurunkan harga beli dari para petani. Oleh karena itu, manajemen logistik yang rapi menjadi fondasi penting untuk mempertahankan nilai ekonomi buah kelapa sawit.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru