Pyongyang Luncurkan Rudal Balistik ke Perairan Barat

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Korea Utara kembali unjuk kekuatan militer. Mereka menembakkan sejumlah rudal ke arah perairan di lepas pantai barat pada hari Selasa. Militer Korea Selatan segera mengonfirmasi peluncuran tersebut.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan merilis pernyataan resmi mengenai insiden ini. Rudal-rudal tersebut meluncur dari Chongju, Provinsi Pyongan Utara, sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Oleh karena itu, militer Seoul kini meningkatkan status kewaspadaan mereka di wilayah perbatasan.

Eskalasi Berulang: Dari April hingga Mei

Peluncuran ini menjadi aktivitas rudal pertama sejak 19 April lalu. Pada saat itu, Pyongyang menguji coba rudal balistik jarak pendek yang mereka klaim dilengkapi dengan bom klaster.

Selain itu, Korea Utara juga telah menguji coba hulu ledak bom klaster baru pada rudal balistik awal April lalu. Bahkan, mereka sempat menguji senjata elektromagnetik. Analis menilai langkah ini sebagai upaya Pyongyang untuk memamerkan kapasitas mereka dalam menghadapi perang modern.

Ambisi Nuklir yang Tidak Terhentikan

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mempertegas posisi negaranya pada Maret lalu. Ia menyatakan status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir kini bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Maka dari itu, Kim memandang perluasan “pencegah nuklir defensif” sebagai komponen esensial bagi keamanan nasional.

Meskipun demikian, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap memberlakukan sanksi ketat terhadap program nuklir dan rudal balistik Korea Utara sejak 2006. Namun, Pyongyang terus mempercepat upaya pembangunan arsenal militer di bawah pemerintahan Kim. Langkah ini memicu kecaman keras dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam

Menghadapi Ancaman Regional

Kegiatan militer rutin ini mempertegas tantangan stabilitas di Asia Timur. Singkatnya, Pyongyang terus mengirim sinyal penolakan terhadap tekanan internasional. Mereka memilih untuk fokus pada penguatan pertahanan mandiri sebagai prioritas utama.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau bagaimana Seoul dan Tokyo merespons provokasi terbaru ini. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, ketidakpastian di Semenanjung Korea tetap menjadi salah satu tantangan keamanan paling krusial bagi stabilitas kawasan Pasifik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Bersumpah Tingkatkan Serangan Saat Gencatan Senjata
AS dan Iran Negosiasikan Akhir Perang di Tengah Krisis
Moskow Ancam Serangan Masif ke Kyiv Jelang Peringatan
Kapal Tanker Jepang Berhasil Tembus Blokade Selat Hormuz
WNA Brunei Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Tangkap Sesama Rekannya
Bareskrim Polri Tindak 4 WNA China Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Hutan Papua
Masjid Istiqlal Salurkan Daging Kurban Lewat Lembaga Sosial, Hindari Kerumunan Warga
Disdik DKI Cabut KJP 60 Siswa Terlibat Tawuran, Ini Data Terbaru 2025–2026

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:00 WIB

Netanyahu Bersumpah Tingkatkan Serangan Saat Gencatan Senjata

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:30 WIB

AS dan Iran Negosiasikan Akhir Perang di Tengah Krisis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:00 WIB

Moskow Ancam Serangan Masif ke Kyiv Jelang Peringatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:30 WIB

Pyongyang Luncurkan Rudal Balistik ke Perairan Barat

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:29 WIB

WNA Brunei Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Tangkap Sesama Rekannya

Berita Terbaru

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji untuk meningkatkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Langkah ini mengancam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah berjalan di Doha. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Netanyahu Bersumpah Tingkatkan Serangan Saat Gencatan Senjata

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:00 WIB

Harapan baru di Qatar. Pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran bertemu di Doha untuk membahas proposal perdamaian guna mengakhiri konflik yang melumpuhkan pasokan energi global. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Negosiasikan Akhir Perang di Tengah Krisis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:30 WIB

Eskalasi di zona pendudukan. Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia menyusun rencana balasan setelah serangan drone Ukraina menghancurkan asrama mahasiswa di Starobilsk, Luhansk, yang menewaskan enam orang. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

INTERNASIONAL

Moskow Ancam Serangan Masif ke Kyiv Jelang Peringatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:00 WIB

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pyongyang Luncurkan Rudal Balistik ke Perairan Barat

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:30 WIB