Iran Tinjau Proposal AS Saat Harga Minyak Dunia Anjlok

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal de-eskalasi. Teheran sedang mempelajari memorandum satu halaman dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, sebuah langkah yang memicu optimisme pasar energi meski isu nuklir masih menjadi ganjalan utama. Dok: Ilustrasi.

Sinyal de-eskalasi. Teheran sedang mempelajari memorandum satu halaman dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, sebuah langkah yang memicu optimisme pasar energi meski isu nuklir masih menjadi ganjalan utama. Dok: Ilustrasi.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata AS-Iran sejak 28 Februari kini mulai menunjukkan sinyal de-eskalasi yang signifikan. Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempelajari draf perdamaian usulan Washington. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan permusuhan fisik secara formal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Teheran akan segera menyampaikan jawaban resmi. Mereka akan mengirimkan pesan tersebut melalui saluran diplomatik. Sementara itu, Presiden Donald Trump meyakini bahwa kedua belah pihak sangat menginginkan kesepakatan. “Sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada Rabu sore.

Memorandum Satu Halaman: Pintu Masuk Negosiasi

Sumber diplomatik dari Pakistan dan pihak mediator menyebutkan bahwa kesepakatan berfokus pada memorandum satu halaman. Mediator merancang dokumen tersebut sebagai kerangka awal untuk mengakhiri perang. Jika kedua pihak menyetujui draf ini, jam hitung mundur 30 hari untuk negosiasi teknis akan segera berjalan.

Isi utama memorandum tersebut meliputi:

  • Pengakhiran permusuhan militer secara formal di kedua belah pihak.
  • Pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
  • Pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.
  • Penetapan batasan baru serta moratorium terhadap program pengayaan uranium Iran.

Reaksi Pasar: Harga Minyak Brent Tumbang

Laporan mengenai kemungkinan berakhirnya perang langsung mengguncang pasar energi internasional. Harga minyak mentah Brent sempat merosot tajam hingga 11 persen ke angka USD 98 per barel. Angka ini menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Setelah itu, harga kembali naik sedikit di atas level USD 100.

Baca Juga :  Langit Kabul Membara: Pasukan Taliban Balas Serangan Udara Militer Pakistan

Harapan pulihnya pasokan energi global mendorong optimisme pasar ini. Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz sangat mengganggu jalur yang melayani seperlima energi dunia tersebut. Sebagai respons atas kemajuan dialog, Trump menangguhkan misi angkatan laut yang bertujuan membuka blokade selat secara paksa.

Kritik Internal dan Ganjalan Isu Nuklir

Meskipun Trump optimis, internal Teheran masih menyuarakan nada skeptis yang cukup kencang. Anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyebut proposal AS tersebut menyerupai “daftar keinginan Amerika”. Agensi berita Tasnim juga melaporkan bahwa Iran menganggap beberapa ketentuan tidak masuk akal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu nuklir tetap menjadi batu sandungan yang paling berat. Washington mendesak penghapusan seluruh stok uranium Iran yang berjumlah lebih dari 400 kilogram. Saat ini, tingkat kemurnian stok tersebut mendekati standar senjata militer. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Iran harus mengeluarkan seluruh uranium hasil pengayaan dari wilayahnya. Langkah ini bertujuan untuk mencegah pembuatan bom nuklir di masa depan.

Baca Juga :  Suara Global South: Perang AS-Israel di Iran Dikecam Sebagai Agresi Ilegal dan Imperialis

Peran Jared Kushner dalam Diplomasi Personal

Utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, memimpin langsung proses negosiasi ini. Kehadiran Kushner menunjukkan bahwa Gedung Putih menggunakan jalur diplomasi personal yang sangat tepercaya. Jalur ini berupaya memecah kebuntuan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Namun, laporan lapangan menyebutkan bahwa proposal saat ini belum menyentuh tuntutan lama Washington lainnya. Poin tersebut mencakup pembatasan program rudal balistik Iran. Selain itu, Washington juga menuntut penghentian dukungan terhadap kelompok milisi proksi di Timur Tengah.

Kesimpulan: Menanti Respons Resmi Teheran

Masyarakat internasional kini menanti jawaban resmi dari Teheran dalam beberapa jam ke depan. Singkatnya, keberhasilan memorandum ini akan menentukan apakah dunia akan terhindar dari krisis energi yang lebih parah. Persyaratan nuklir yang gagal menemui titik temu berisiko mengembalikan kedua negara ke jalur konfrontasi.

Di tengah gejolak tahun 2026, stabilitas ekonomi dunia bergantung pada kelancaran arus kapal di Selat Hormuz. Keputusan Iran untuk menerima atau menolak tawaran Trump akan menjadi titik balik krusial. Hal ini sangat menentukan keamanan global di kawasan Belahan Bumi Timur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz
Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi
Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Puluhan Pendaki Tersesat dan Terluka, 2 WNA Dievakuasi
Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo
Hati-Hati Modus Penipuan Nobar Piala Dunia 2026, Polri Siapkan Hotline 110
CFD Jakarta Mulai Jam 05.30 WIB per 1 Juni 2026, Rasuna Said Jadi Lokasi Baru
Kebakaran Jagakarsa Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh, Diduga Dipicu Sisa Tiner Renovasi
Menelusuri Jejak Serangan AS yang Menewaskan 120 Anak

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:29 WIB

Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:26 WIB

Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Puluhan Pendaki Tersesat dan Terluka, 2 WNA Dievakuasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:17 WIB

Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:35 WIB

Hati-Hati Modus Penipuan Nobar Piala Dunia 2026, Polri Siapkan Hotline 110

Berita Terbaru

Ujian stabilitas Teluk. Amerika Serikat dan Iran saling melepaskan tembakan dalam insiden paling serius sejak gencatan senjata April lalu, memicu kekhawatiran akan runtuhnya upaya damai saat Washington menanti respons nuklir Teheran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB

Konsekuensi dari kekhalifahan. Tiga wanita Australia menghadapi ancaman penjara puluhan tahun setelah kembali dari kamp pengungsian Suriah. Dua di antaranya dituduh membeli budak wanita Yazidi seharga puluhan ribu dolar. Dok:   (Joel Carrett/AAP Image via AP)

INTERNASIONAL

Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:29 WIB

Langkah besar kedaulatan laut. Taiwan secara resmi merampungkan uji coba penembakan torpedo perdana pada kapal selam buatan sendiri,

INTERNASIONAL

Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:17 WIB