Israel Gempur Kilang Minyak Teheran Saat Iran Siapkan Suksesi Pemimpin

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Tengah dalam kondisi darurat. PBB mengalokasikan dana bantuan $12 juta guna menangani krisis di Iran, sementara pengungsian masif di Lebanon dan hambatan akses di Gaza memperparah derita jutaan warga sipil. Dok: Istimewa.

Timur Tengah dalam kondisi darurat. PBB mengalokasikan dana bantuan $12 juta guna menangani krisis di Iran, sementara pengungsian masif di Lebanon dan hambatan akses di Gaza memperparah derita jutaan warga sipil. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada akhir pekan ini. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara masif membombardir jantung ekonomi dan pertahanan udara Iran melalui dua gelombang serangan udara besar-besaran dalam satu hari.

Target utama operasi kali ini mencakup infrastruktur minyak di ibu kota Teheran serta fasilitas komando pertahanan udara milik Garda Revolusi (IRGC). Juru bicara IDF, Daniel Hagari, mengonfirmasi bahwa Israel telah menjatuhkan lebih dari 7.500 bom sepanjang minggu ini. Angka tersebut melampaui rekor penggunaan amunisi pada perang udara tahun lalu, menandai ambisi Israel untuk mengubah peta kekuatan regional secara permanen.

Penghancuran Pusat Rudal Parchin dan Shahrud

Intelijen militer Israel melaporkan keberhasilan mereka dalam melumpuhkan dua pilar utama industri pertahanan Iran. Ratusan jet tempur menghantam kompleks militer Parchin dan Shahrud yang merupakan pusat pembuatan serta peluncuran rudal balistik.

Alhasil, kapasitas produksi rudal Iran kini petugas nilai mengalami kerusakan yang signifikan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh. “Kami memiliki rencana yang sudah kami siapkan matang dengan banyak kejutan guna melemahkan kepemimpinan Iran,” ujar Netanyahu. Ia juga mengeluarkan peringatan keras bagi pemerintah Lebanon agar segera melucuti senjata Hezbollah atau menghadapi konsekuensi bencana bagi negaranya.

Baca Juga :  UMP Jakarta 2026 Diumumkan Hari Ini, Pramono Anung Pastikan Sesuai PP 49/2025

Donald Trump: Klaim 42 Kapal Karam dan Intervensi Suksesi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan kemenangan dari Washington. Ia mengeklaim bahwa pasukan AS telah menenggelamkan 42 kapal perang Iran hanya dalam waktu tiga hari.

Selain itu, Trump menegaskan keinginannya untuk terlibat langsung dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran. Ia secara eksplisit menolak kemungkinan putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei untuk naik takhta. “Kami tidak ingin menghadapi masalah yang sama lagi setiap lima atau sepuluh tahun. Amerika harus terlibat dalam proses ini guna menjamin perubahan yang nyata,” tegas Trump. Meskipun begitu, aksi protes anti-perang di depan Gedung Putih terus memanas seiring meningkatnya keterlibatan militer AS secara fisik.

Balasan Balistik Iran dan Suksesi 24 Jam

Merespons gempuran tersebut, Iran meluncurkan gelombang serangan ke-26 yang melibatkan generasi terbaru rudal Emad, Qadr, dan Khorramshahr-4. IRGC mengeklaim telah berhasil menghancurkan sistem radar musuh di wilayah Israel utara hingga selatan.

Baca Juga :  Skandal Berkas Epstein: Dokumen FBI Ungkap Nama Besar Dunia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, dinamika politik di Teheran bergerak sangat cepat. Majelis Ahli dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru dalam waktu 24 jam ke depan. Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, mencatat bahwa skala tembakan Iran saat ini sebanding dengan total amunisi yang mereka gunakan dalam perang 12 hari sebelumnya. Sebanyak 17 kapal milik sekutu AS dan Israel telah menjadi target drone Iran di perairan Teluk.

Hak Bela Diri dan Keteguhan Pezeshkian

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap menunjukkan sikap menantang melalui pernyataan resminya. Meskipun tetap berkomitmen pada prinsip hubungan baik dengan tetangga regional, ia menegaskan hak inheren Iran untuk membela diri.

“Serangan militer AS dan Israel adalah agresi yang tidak berdasar,” ujar Pezeshkian. Ia bersumpah bahwa rakyat Iran akan melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan guna menjaga kedaulatan teritorial bangsa. Dunia kini menanti apakah terpilihnya pemimpin tertinggi baru besok akan membawa Iran ke meja perundingan atau justru memperpanjang konfrontasi bersenjata yang telah melumpuhkan stabilitas dunia di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama
Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi
Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global
Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah
Uni Eropa Sahkan Pinjaman $106 Miliar dan Sanksi Baru Rusia
Iran Tolak Putaran Kedua Perundingan Damai dengan Amerika Serikat
Thailand Dorong Normalisasi Hubungan Myanmar dengan ASEAN
Kebijakan Tarif Nol Persen Tiongkok Pacu Hilirisasi Karet

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:23 WIB

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 April 2026 - 14:14 WIB

Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi

Kamis, 23 April 2026 - 14:06 WIB

Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global

Kamis, 23 April 2026 - 13:02 WIB

Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Kamis, 23 April 2026 - 12:58 WIB

Uni Eropa Sahkan Pinjaman $106 Miliar dan Sanksi Baru Rusia

Berita Terbaru

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:23 WIB

Serangan presisi di Guulane. Badan Intelijen Nasional Somalia (NISA) bersama mitra internasional menghancurkan pangkalan milisi Al-Shabaab, menewaskan puluhan pejuang termasuk pemimpin senior dalam operasi pencegahan teror tahun 2026. Dok: CFP.

INTERNASIONAL

Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:02 WIB

Pecah kebuntuan di Brussel. Uni Eropa secara resmi menyetujui pinjaman jumbo senilai 90 miliar Euro untuk menjaga stabilitas Ukraina hingga 2027, menyusul pencabutan veto oleh Hungaria dan perubahan peta politik di Budapest tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Uni Eropa Sahkan Pinjaman $106 Miliar dan Sanksi Baru Rusia

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:58 WIB