JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kondisi cuaca yang tidak menentu, hujan dan panas membuat nyamuk Aedes Aegypti berkembang di area menampung air. Sehingga disekelilingnya rentan terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal ini bisa dilihat dari angka kasus DBD) Jakarta Pusat. Selama Januari hingga 10 November 2025, tercatat 924 warga terjangkit DBD dan dua di antaranya meninggal dunia akibat serangan nyamuk Aedes Aegypti yang kian sulit dikendalikan.
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Pusat Rismasari mengungkapkan fakta mencolok: para pekerja dan anak sekolah menjadi korban terbanyak.
Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa angka kasus tahun ini masih lebih rendah dibanding 2024 yang mencapai 1.222 kasus dengan enam kematian.
“Jadi, dibandingkan tahun sebelumnya, kasus DBD di Jakarta Pusat tahun ini menurun,” ujarnya, Senin (17/11).
Namun, penurunan itu tak menutup kenyataan bahwa Cempaka Putih tetap menjadi episentrum penyebaran dengan 223 kasus. Sementara itu, Kelurahan Rawasari mencatat angka tertinggi di tingkat kelurahan, yakni 93 kasus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk kategori usia, Rismasari menjelaskan bahwa usia produktif 20–44 tahun menjadi kelompok paling rentan dengan 270 kasus.
Sebaliknya, bayi di bawah satu tahun tercatat hanya lima kasus, sedangkan warga lanjut usia di atas 64 tahun tercatat enam kasus.
“Kasus DBD berdasarkan umur menunjukkan pekerja dan anak sekolah paling banyak terjangkit,” tuturnya.
Melihat situasi itu, Rismasari mengkritisi lemahnya kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekolah dan perkantoran. Karena itu, ia meminta Sudin Pendidikan I dan II Jakarta Pusat segera menggiatkan kembali kader jumantik mandiri di sekolah-sekolah.
“Saya meminta pemberantasan sarang nyamuk di perkantoran melalui kader jumantik terus digiatkan setiap pekan,” tegasnya.
Ia menegaskan, pihaknya siap melatih kader jumantik mandiri di sekolah dan perkantoran agar pencegahan DBD lebih efektif.
“Kader jumantik mandiri akan memperkuat pertahanan melawan DBD, sehingga kader di tingkat RT dan RW akan jauh lebih terbantu,” pungkasnya. (red)


















