Jasad Balita Terbungkus Karung di Konawe Selatan Diduga Korban Pembunuhan

Sabtu, 13 September 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Jasad Balita

Ilustrasi - Jasad Balita

SULAWESI TENGGARA, POSNEWS.CO.ID – Penemuan jasad balita perempuan berusia empat tahun yang terbungkus karung di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), memicu dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.

Saat ini, jenazah korban masih dalam proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk memastikan penyebab kematian.

Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, membenarkan temuan tersebut. β€œSaat ini jasad korban masih diautopsi. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum bisa menyimpulkan penyebab kematian,” ujar Febry, Sabtu (13/9/2025).

Kasus ini bermula ketika korban dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Kamis (11/9/2025) setelah bermain di area perkebunan Desa Tolu Wonua, Kecamatan Mowila bersama teman-temannya. Namun, korban tidak kunjung pulang hingga malam, sehingga warga setempat melakukan pencarian.

Baca Juga :  Percobaan Perampokan Konter Pulsa di Pamulang, Pelaku Dibekuk Warga

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin AS, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan menemukan korban pada hari kedua pencarian, sekitar 150 meter dari titik awal laporan hilang.

β€œKorban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbungkus karung plastik putih, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan,” tegas Amiruddin.

Polisi kini menyelidiki kasus ini secara intensif, termasuk memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti di sekitar lokasi penemuan. Dugaan sementara, korban menjadi korban tindak kekerasan yang berujung pada kematian.

Baca Juga :  Era Side Hustle: Ketika Satu Pekerjaan Saja Tidak Cukup Lagi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai catatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat lebih dari 2.800 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2024, termasuk kasus penculikan, penganiayaan, hingga pembunuhan.

Kasus tragis di Konawe Selatan menambah daftar panjang darurat perlindungan anak di Indonesia.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat. Hingga kini, autopsi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian balita malang tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendag Gencarkan Friday Mubarak 2026, Diskon hingga 50 Persen Sambut Ramadan
Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang
Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga
Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite
Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan
Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang di Lepas Pantai Libya
Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur
Aliansi Pertahanan Udara: Jepang, Inggris, dan Italia Percepat Pengembangan Jet Tempur Generasi Terbaru

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:36 WIB

Kemendag Gencarkan Friday Mubarak 2026, Diskon hingga 50 Persen Sambut Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:07 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:59 WIB

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:55 WIB

Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:31 WIB

Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan

Berita Terbaru

Ilustrasi,
Tragedi di Kordofan. Kelompok paramiliter RSF meluncurkan serangan drone mematikan yang menyasar warga sipil dan bantuan pangan, memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman kelaparan massal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:59 WIB