Kecelakaan Maut Truk Tangki di Purworejo, 1 Tewas. Warga Justru Berebut Tumpahan Solar

Selasa, 11 November 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kecelakaan maut di Purworejo: Truk tangki solar oleng, tabrak Avanza, dan hancurkan Suzuki Carry serta ruko di Pasar Bener. Satu orang tewas, tiga luka-luka. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kecelakaan maut di Purworejo: Truk tangki solar oleng, tabrak Avanza, dan hancurkan Suzuki Carry serta ruko di Pasar Bener. Satu orang tewas, tiga luka-luka. Dok: Istimewa.

PURWOREJO, POSNEWS.CO.ID — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (11/11/2025) pagi. Sebuah truk tangki bermuatan solar oleng, menabrak dua mobil, dan terguling menimpa Suzuki Carry serta deretan ruko di Pasar Bener.

Akibatnya, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Laporan menyebutkan, keempat korban berada di dalam mobil Suzuki Carry yang ringsek tertimpa badan truk.

Kronologi Maut dari Kepolisian

Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Arta Dwi Kusuma, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut. Truk tangki melaju dari arah utara (Magelang) menuju selatan (Purworejo).

“Setibanya di sekitar Pasar Bener, truk oleng ke kiri hingga masuk ke selokan,” terang Arta.

Setelah itu, lanjut Arta, truk tersebut banting setir menghantam ke kanan dan menyerempet mobil Avanza silver yang melaju dari arah yang sama.

Nahas, truk tangki tidak berhenti dan langsung menabrak mobil Suzuki Carry yang tengah terparkir di tepi jalan. Seorang saksi, Melinda, menyebut mobil Carry itu sedang bongkar muatan bawang merah di pasar.

Baca Juga :  Pria di Kebon Jeruk Jakarta Barat Ditikam Pisau, Polisi Buru Pelaku

“Benturan keras membuat Carry tersebut tertimpa truk tangki, yang kemudian juga menimpa deretan ruko di sekitar Pasar Bener,” tambah Arta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironi di Lokasi: Warga Berebut Solar Tumpah

Namun, di tengah proses evakuasi yang menegangkan, sebuah pemandangan ironis terjadi. Sejumlah warga lokal justru berbondong-bondong mendekati lokasi truk untuk mengambil tumpahan bahan bakar solar.

Melansir laporan di lokasi, beberapa warga terlihat membawa botol air mineral dan jeriken kecil. Mereka nekat jongkok di tepi jalan, menyendok cairan solar yang bercampur dengan air selokan dan tanah.

Melihat hal ini, petugas dari kepolisian dan pemadam kebakaran yang bersiaga di lokasi segera mengimbau warga untuk menjauh. Mereka khawatir terjadi percikan api yang dapat memicu kebakaran hebat, mengingat muatan truk dan solar yang tumpah sangat banyak.

Jalur Rawan Berjuluk ‘Jalur Tengkorak’

Ternyata, warga sekitar mengenal jalur Kalijambe di Kecamatan Bener sebagai blackspot atau rawan kecelakaan. Kontur jalan di area tersebut menurun curam dan memiliki kelokan tajam.

Baca Juga :  Istri Sadis di Jakarta Barat Potong Kemaluan Suami Gara-Gara Chat Mesra

Tercatat, kecelakaan fatal ini menambah panjang daftar insiden di lokasi yang sama. Warga mencatat setidaknya dua kecelakaan besar sebelumnya di tahun 2025:

  1. 7 Mei 2025: Sebuah truk tronton mengalami rem blong, menabrak angkot rombongan guru, dan menghantam rumah warga. Insiden itu mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
  2. 13 Mei 2025: Truk pengangkut semen kehilangan kendali di turunan yang sama dan terguling. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Evakuasi Selesai, Lalu Lintas Normal

Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar Kabupaten Purworejo, dan relawan. Selain itu, petugas bekerja keras mengevakuasi para korban yang sempat terjepit di dalam mobil Carry.

“Langkah awal kami adalah mengamankan lokasi, menolong korban, dan mencari saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” kata AKP Arta.

Hingga pukul 09.35 WIB, petugas telah selesai mengevakuasi bangkai truk tangki dan kendaraan lainnya. Akhirnya, arus lalu lintas di jalur utama Magelang-Purworejo berangsur normal setelah sebelumnya petugas tutup total dan menyebabkan kemacetan panjang dari dua arah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terbaru

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB