Kekuatan Meme dalam Politik

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dari meme lucu hingga trending topic, teori Foucault mengungkap bagaimana resistensi politik hadir dalam tindakan digital sehari-hari. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dari meme lucu hingga trending topic, teori Foucault mengungkap bagaimana resistensi politik hadir dalam tindakan digital sehari-hari. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kita sering meremehkan kekuatan gerakan-gerakan kecil. Sebuah meme politik yang viral, gerakan boikot produk, atau tagar yang menjadi trending topic di Twitter sering kita anggap sebagai kebisingan sesaat.

Namun, fenomena ini semakin sering terbukti mampu mengubah kebijakan publik atau mengguncang reputasi korporasi besar. Lantas, bagaimana tindakan yang tampaknya remeh ini memiliki kekuatan politik yang nyata?

Kekuasaan yang Menyebar

Filsuf Perancis Michel Foucault menawarkan perspektif unik. Ia menantang pandangan tradisional bahwa kekuasaan hanya terpusat di atas, seperti di tangan pemerintah atau negara. Sebaliknya, bagi Foucault, kekuasaan menyebar (diffuse) di mana-mana. Ia beroperasi dalam setiap hubungan sosial, misalnya di sekolah, di kantor, dan dalam norma-norma yang kita ikuti.

Dan, Foucault menambahkan, di mana pun ada kekuasaan, di situ selalu ada resistensi atau perlawanan. Keduanya, pada dasarnya, adalah sisi mata uang yang tidak terpisahkan.

Resistensi Mikro di Era Digital

Jika kekuasaan ada di mana-mana, maka resistensi juga tidak harus berupa revolusi besar-besaran atau pemberontakan bersenjata. Akibatnya, perlawanan bisa berbentuk tindakan sehari-hari. Humor, sarkasme, penolakan halus, atau bahkan cara kita berbicara adalah bentuk perlawanan.

Media sosial, dalam hal ini, telah menjadi arena baru yang sempurna untuk resistensi mikro ini. Meme politik adalah senjata humor yang efektif untuk membongkar arogansi kekuasaan. Selain itu, trending topic adalah cara massa yang terfragmentasi untuk memfokuskan energi kolektif mereka pada satu titik. Oleh karena itu, ini adalah perlawanan dari bawah, yang lincah, cair, dan sulit dikontrol oleh struktur kekuasaan tradisional.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Jaringan Sabu Makassar, 5 Kg Disita, Pasutri Jadi Kurir dan Pengedar

Setiap Kita Punya Kekuatan

Implikasi dari pemikiran Foucault sangat memberdayakan. Teori ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang sepenuhnya lemah atau tidak berdaya. Justru, setiap individu, tidak peduli seberapa terpinggirkan, sebenarnya memiliki agensi dan kekuatan untuk melawan.

Dengan berpartisipasi dalam humor kolektif, menyebarkan informasi alternatif, atau bahkan melakukan boikot kecil-kecilan, kita secara aktif terlibat dalam proses membentuk ulang realitas sosial. Pada akhirnya, kita sedang menegosiasikan ulang batas-batas kekuasaan setiap saat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru