PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) mengeksekusi seorang pria Papua yang bekerja sebagai Banpol (bantuan polisi) di Yahukimo, Papua Pegunungan. KKB menuduh korban sebagai mata-mata TNI-Polri.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengakui eksekusi tersebut. Ia menegaskan, siapa pun yang bekerja sama dengan aparat keamanan Indonesia akan menerima konsekuensi fatal.
“Kami ingatkan orang Papua maupun non-Papua, jangan pernah terlibat dengan militer Indonesia. Itu akan berakibat fatal,” tegas Sebby, Senin (8/9/2025).
KKB Perketat Wilayah Operasi
Sebby menyebut pihaknya sudah menempatkan anggota KKB di berbagai kota, termasuk di sekitar wilayah operasi TNI-Polri. Ia menegaskan langkah itu memudahkan KKB mendeteksi aktivitas intelijen dan menindaknya segera.
Pasukan Batalion Kanibal mengeksekusi korban di bawah komando Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka. “Ini peringatan terakhir. Jangan ada lagi orang Papua yang terjebak dalam kerja-kerja intelijen militer Indonesia,” ujar Sebby.
Hingga kini, TNI-Polri belum mengeluarkan keterangan resmi terkait klaim KKB tersebut. Sementara itu, aparat meningkatkan patroli di Yahukimo untuk menjaga keamanan warga. (red)




















