KLM Fitri Jaya Terbalik di Pangkep, Cuaca Buruk Tewaskan Camat dan Relawan

Minggu, 28 Desember 2025 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi korban kecelakaan KLM Fitri Jaya yang terbalik di perairan Pulau Sarappo, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Posnews/Ist)

Proses evakuasi korban kecelakaan KLM Fitri Jaya yang terbalik di perairan Pulau Sarappo, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Posnews/Ist)

PANGKEP, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan laut KLM Fitri Jaya di perairan menuju Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menyisakan duka mendalam.

Kapal terbalik dan tenggelam pada Sabtu (27/12/2025) akibat cuaca buruk, menewaskan tiga orang, termasuk pejabat kecamatan dan relawan kemanusiaan.

Kapal milik Dg Nasru berangkat dari Sungai Pangkajene sekitar pukul 08.40 Wita dengan membawa 11 penumpang yang terdiri dari tim medis, relawan, dan pejabat kecamatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kapal juga mengangkut bantuan sosial berupa 40 sak semen dan 40 unit jamban.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan - Lebat, Waspada Angin Kencang

Namun, di tengah pelayaran, cuaca mendadak memburuk. Menurut Basarnas Makassar, sekitar pukul 10.50 Wita, hujan lebat dan angin kencang membuat kapal oleng hingga nahkoda kehilangan kendali.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 Wita, KLM Fitri Jaya terbalik dan tenggelam.

Melihat kejadian itu, warga Pulau Sarappo Lompo langsung menolong korban dan membantu evakuasi. Seluruh penumpang berhasil ditemukan, baik selamat maupun meninggal dunia.

“Kecelakaan terjadi akibat cuaca buruk. Semua penumpang sudah ditemukan,” kata Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Baca Juga :  Lapas Narkotika Jakarta Bongkar Modus Baru Penyelundupan Sabu Lewat Pembalut

Dari total 11 penumpang, tiga orang meninggal dunia, yakni Imran (Koordinator LKC Dompet Dhuafa Sulsel), Fitri Mubarak (Camat Liukang Tupabbiring), serta Bidan Darma yang bertugas di Pulau Sarappo.

Sementara itu, delapan penumpang lainnya selamat, meski mengalami trauma.

Selanjutnya, jenazah korban akan dipulangkan ke Pangkajene dan Makassar untuk dimakamkan.

Basarnas mengimbau masyarakat agar waspada cuaca ekstrem, terutama menjelang akhir tahun di perairan Sulawesi Selatan.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka
Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka
Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan
Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa
Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis
Kasino Terselubung Batam Terbongkar, 9 Tersangka Digiring ke Bareskrim
Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan
Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:08 WIB

381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Awan Tak Muncul, Pemprov DKI Tunda Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 19 Agu 2026 - 15:25 WIB