KNKT Pastikan Pesawat ATR 42-500 Hantam Lereng Gunung Bulusaraung, Insiden CFIT di Sulsel

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi serpihan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Posnews/Ist)

Tim SAR mengevakuasi serpihan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Posnews/Ist)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID  – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan pesawat ATR 42-500 menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Insiden maut ini dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan, pesawat menghantam lereng gunung saat masih bisa dikendalikan pilot.

“Ini kami kategorikan CFIT. Pesawat menabrak bukit atau lereng gunung dan hancur menjadi serpihan akibat benturan keras,” kata Soerjanto di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga :  Menhub Pastikan ATR 42-500 Laik Terbang, Tim SAR Temukan Korban dan Serpihan

Bukan Hilang Kendali, Tapi Tetap Tabrak Gunung

Menurut Soerjanto, pilot masih mengendalikan pesawat sebelum benturan terjadi. Namun, pesawat tetap menghantam medan pegunungan.

“Pesawat masih dalam kontrol pilot, bukan rusak kendali. Tapi tetap menabrak lereng, bukan disengaja,” tegasnya.

Hingga kini, KNKT belum membeberkan penyebab utama kecelakaan dan masih mengumpulkan data teknis penerbangan.

Serpihan Pesawat di Ketinggian 1.300 MDPL

Sementara itu, tim SAR gabungan menemukan titik jatuh pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Serpihan badan pesawat berserakan di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Proses evakuasi dan penyelidikan terus berjalan. KNKT bersama tim SAR kini berpacu dengan medan terjal dan cuaca buruk untuk mengungkap penyebab tragedi udara tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB