Babak Akhir Jet Boramae: Korea Selatan Sepakati Penyerahan Prototipe KF-21 ke Indonesia

Kamis, 9 April 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tonggak sejarah dirgantara. Korea Selatan dan Indonesia menyepakati transfer prototipe jet tempur siluman KF-21 ke Jakarta, menandai keberhasilan proyek pengembangan bersama senilai 600 miliar won yang mendekati penyelesaian. Dok: Istimewa.

Tonggak sejarah dirgantara. Korea Selatan dan Indonesia menyepakati transfer prototipe jet tempur siluman KF-21 ke Jakarta, menandai keberhasilan proyek pengembangan bersama senilai 600 miliar won yang mendekati penyelesaian. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Kerjasama pertahanan antara Korea Selatan dan Indonesia mencapai titik balik yang signifikan. Kedua negara menyepakati penyerahan prototipe jet tempur supersonik KF-21 “Boramae” kepada pemerintah Indonesia pada hari Selasa.

Dalam konteks ini, unit yang akan diserahkan adalah prototipe kursi tunggal yang telah lulus uji verifikasi pengisian bahan bakar di udara. Oleh karena itu, langkah ini menjadi bukti komitmen kedua negara dalam menuntaskan proyek strategis yang telah berjalan selama satu dekade.

Detail Kesepakatan dan Nilai Investasi

Proses serah terima ini memiliki nilai total sekitar 600 miliar won atau setara dengan $398 juta. Secara khusus, angka tersebut mencakup nilai fisik pesawat sebesar 350 miliar won serta biaya pengembangan dan dokumen teknis terkait.

Langkah ini merupakan hasil nyata dari pembicaraan tingkat teknis yang berlangsung pada Februari lalu. Anggota parlemen Kang Dae-sik mengonfirmasi bahwa penyerahan ini mengikuti kemajuan signifikan dalam pengujian performa tempur pesawat. Sebagai hasilnya, Indonesia akan segera memiliki aset teknologi dirgantara tercanggih guna memperkuat kedaulatan udaranya di tahun 2026.

Baca Juga :  Sandra Dewi Simpan Uang Suami di Rekening Asisten, Kejagung Ungkap Fakta Mengejutkan

Penyelesaian Proyek dan Transfer Teknologi

Proyek pengembangan bersama jet tempur ini dijadwalkan selesai sepenuhnya pada bulan Juni mendatang. Korea Selatan meluncurkan inisiatif ini pada tahun 2015 untuk menciptakan jet tempur domestik yang kompetitif secara global. Selanjutnya, Indonesia bergabung sebagai mitra strategis dengan kesepakatan berbagi biaya pengembangan.

Meskipun demikian, jadwal penyerahan pesawat dan dokumen teknologi sangat bergantung pada penyelesaian kewajiban finansial. Badan Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) akan menetapkan jadwal pasti setelah Indonesia melunasi kontribusi sebesar 600 miliar won. Sebelumnya, kedua pihak telah menandatangani kesepakatan untuk menyesuaikan tingkat kontribusi Jakarta yang selaras dengan penyesuaian tingkat transfer teknologi yang diberikan.

Peluang Ekspor 16 Unit Jet KF-21 ke Jakarta

Dinamika kerjasama ini juga membuka peluang bisnis pertahanan yang lebih besar bagi Seoul. Laporan intelijen menyebutkan bahwa Korea Selatan sedang bernegosiasi untuk menjual 16 unit jet KF-21 tambahan kepada militer Indonesia. Dalam hal ini, penjualan tersebut akan mencatatkan sejarah sebagai ekspor pertama jet tempur buatan asli Korea Selatan ke pasar internasional.

Baca Juga :  Korsel dan Polandia Sahkan Kemitraan Strategis Komprehensif 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih lagi, keberhasilan operasional KF-21 di Indonesia akan menjadi barometer penting bagi pembeli potensial lainnya di Asia dan Timur Tengah. Oleh sebab itu, kesolidan aliansi Seoul-Jakarta menjadi kunci utama bagi reputasi industri pertahanan Korea di panggung global.

Menuju Kemandirian Pertahanan Regional

Masa depan stabilitas keamanan di Asia Tenggara akan sangat dipengaruhi oleh kehadiran teknologi tempur generasi terbaru ini. Pada akhirnya, penyerahan prototipe KF-21 merupakan simbol kemenangan diplomasi militer kedua bangsa.

Dengan demikian, dunia kini memantau penyelesaian akhir proyek ini pada pertengahan tahun 2026. Keberhasilan transfer teknologi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara mampu melahirkan kemandirian industri pertahanan di tengah persaingan teknologi militer dunia yang kian sengit.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang
Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor
Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta
Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai
Bareskrim Bongkar Jaringan Sabu Makassar, 5 Kg Disita, Pasutri Jadi Kurir dan Pengedar
Sikat Sabu Setengah Ton, Tim Narkoba Polda Metro Jaya Diguyur Pin Emas Kapolri

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:38 WIB

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut

Rabu, 22 April 2026 - 16:27 WIB

Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan

Rabu, 22 April 2026 - 15:52 WIB

Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Rabu, 22 April 2026 - 15:34 WIB

Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 15:22 WIB

Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Berita Terbaru