Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia

Rabu, 29 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Zelenskyy gelar pembicaraan dengan utusan AS di tengah sengketa sanksi Rusia dengan Trump dan eskalasi serangan drone di Saint Petersburg. Dok: Istimewa.

Zelenskyy gelar pembicaraan dengan utusan AS di tengah sengketa sanksi Rusia dengan Trump dan eskalasi serangan drone di Saint Petersburg. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Ukraina dan Israel berada di titik kritis pada hari Selasa. Pemerintah Ukraina secara terbuka menuduh Yerusalem membiarkan impor gandum yang berasal dari hasil jarahan militer Rusia di wilayah pendudukan Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa sebuah kapal pengangkut gandum telah tiba dan bersiap membongkar muatan di sebuah pelabuhan Israel. Zelenskyy menyebut perdagangan tersebut ilegal dan memperingatkan konsekuensi hukum yang serius bagi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari pengapalan tersebut.

Ancaman Sanksi: “Membeli Barang Curian adalah Pidana”

Melalui unggahan di platform X, Zelenskyy menegaskan bahwa tindakan membeli barang curian merupakan tindakan yang mengandung tanggung jawab hukum di negara mana pun. “Intelijen Ukraina tengah menyiapkan sanksi yang menargetkan perusahaan dan individu yang memetik keuntungan dari pengiriman ini,” tulis Zelenskyy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ukraina juga berencana melakukan koordinasi dengan mitra-mitra Eropa untuk memastikan individu terkait masuk dalam daftar sanksi internasional. Kyiv mengklaim telah mengidentifikasi asal gandum tersebut serta metode penyembunyiannya, termasuk melalui pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship transfer) di Laut Hitam.

Baca Juga :  Satu Abad Farmers: Dari Katalog Pos Menjadi Ikon Ritel

Respon Israel: Menolak “Diplomasi Twitter”

Yerusalem merespons tuduhan tersebut dengan sikap skeptis. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa otoritas pajak negara tersebut telah membuka investigasi terhadap kapal yang dijadwalkan bersandar di Haifa. Namun, Saar mengkritik cara Zelenskyy menyampaikan keluhannya.

Saar mencap pernyataan Zelenskyy sebagai “diplomasi Twitter” dan menyebut Ukraina tidak memberikan informasi yang cukup atau mengajukan permintaan bantuan hukum resmi. Pihak Israel mengeklaim kapal tersebut belum memasuki pelabuhan sepenuhnya dan belum menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Namun, situs pelacakan maritim MarineTraffic.com menunjukkan kapal itu sudah berada di Haifa selama beberapa hari.

Pemanggilan Duta Besar dan Protes Sistemik

Kementerian Luar Negeri Ukraina tidak tinggal diam atas penolakan Israel. Juru bicara Kemenlu Ukraina, Heorhii Tykhyi, menyatakan bahwa Kyiv telah menginformasikan kepada otoritas Israel mengenai kapal-kapal tersebut jauh sebelumnya. Menurut Tykhyi, setidaknya ada lebih dari dua kapal yang telah tiba di Israel membawa produk pertanian hasil jarahan Rusia.

Baca Juga :  Dudung Ungkap BGN Siap Suspensi dan Tutup SPPG Bermasalah

Kementerian Luar Negeri Ukraina juga telah memanggil Duta Besar Israel, Michael Brodsky, untuk menyerahkan nota protes. Kyiv memandang masalah ini sebagai isu sistemik, bukan kejadian terisolasi. Mereka menuduh Israel gagal merespons permintaan resmi untuk menahan kapal dan muatan ilegal tersebut, yang berisiko merusak kepercayaan antara kedua negara.

Dampak pada Hubungan Bilateral

Sengketa gandum ini menambah beban baru dalam hubungan Ukraina-Israel yang selama ini sering mengalami pasang surut. Kyiv mendesak Israel untuk segera menghentikan impor gandum yang mereka klaim sebagai hasil jarahan tersebut guna menjaga integritas hukum internasional.

Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, perdagangan komoditas pangan menjadi isu sensitif yang melibatkan kedaulatan negara. Jika Israel tetap membiarkan gandum tersebut masuk ke sirkulasi komersial, hubungan bilateral kedua negara diprediksi akan mengalami kemunduran signifikan di tengah upaya bersama melawan agresi militer Rusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 November 2026 - 12:04 WIB

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Berita Terbaru

EPOMAKER rilis tetikus bermain EM Tiga seharga tiga puluh enam dolar. Simak spesifikasi sensor, material serat karbon, dan dok pengisian magnetis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

EPOMAKER Rilis Mouse EM3 Dengan Fitur Serat Karbon

Rabu, 4 Nov 2026 - 09:22 WIB

HoYoverse umumkan tanggal rilis Petit Planet pada empat Desember. Simak fitur simulasi kehidupan, hadiah pendaftaran, dan versi Nintendo Switch generasi dua. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoYoverse Umumkan Jadwal Rilis Permainan Petit Planet

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:08 WIB