Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Membendung epidemi. Pejabat kesehatan di 12 negara melakukan pelacakan kontak besar-besaran terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius guna mengantisipasi penyebaran hantavirus strain Andes yang langka dan mematikan. Dok: Istimewa.

Membendung epidemi. Pejabat kesehatan di 12 negara melakukan pelacakan kontak besar-besaran terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius guna mengantisipasi penyebaran hantavirus strain Andes yang langka dan mematikan. Dok: Istimewa.

PRAIA, POSNEWS.CO.ID – Kapal pesiar mewah MV Hondius akhirnya meninggalkan posisi labuh jangkarnya pada hari Rabu. Kapal pembawa hampir 150 penumpang ini kini mengarahkan haluan menuju Tenerife, Spanyol.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengonfirmasi kedatangan kapal dalam waktu tiga hari. Hingga saat ini, penumpang yang tersisa tidak menunjukkan gejala penyakit. Spanyol berencana mengarantina 14 warga negaranya di rumah sakit militer Madrid. Penumpang asing lainnya akan segera pulang ke negara masing-masing setibanya di pelabuhan.

Evakuasi Medis dan Kendala Lintas Udara

Drama penyelamatan pasien kritis sempat mewarnai keberangkatan kapal. Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan tiga pasien evakuasi sedang menuju Belanda. Para pasien tersebut terdiri dari warga negara Belanda, Jerman, dan Inggris.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi evakuasi udara ini sempat menghadapi rintangan diplomatik. Maroko menolak izin mendarat pesawat pengangkut pasien yang hendak mengisi bahan bakar. Akibatnya, pesawat terpaksa mengalihkan rute ke Gran Canaria. Di sana, sistem pendukung hidup pasien sempat mengalami gangguan teknis. Beruntung, bandara setempat segera memberikan bantuan pasokan listrik darurat.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol, DPR Cabut Tunjangan dan Hentikan Kunjungan Luar Negeri

Karakteristik Virus: Mengenal “Andean Strain”

Otoritas kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi temuan krusial bagi investigasi ini. Mereka mengidentifikasi keberadaan hantavirus strain Andean pada para korban. Strain ini merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia.

“Penularan ini sangat jarang dan hanya mungkin melalui kontak fisik dekat,” jelas Maria Van Kerkhove dari WHO. Hal ini mencakup aktivitas berbagi kamar atau pemberian perawatan medis langsung. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa virus ini berbeda dengan COVID-19. Hantavirus tidak menyebar semudah influenza melalui udara.

Tragedi dalam Pelayaran Remot

Wabah ini tercatat telah menelan tiga korban jiwa. Korban meliputi sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Investigasi menunjukkan virus mulai menyebar sebelum kapal mencapai Saint Helena.

Sekitar 40 orang sempat turun di pulau terpencil tersebut. Salah satunya adalah warga Swiss yang kini dirawat di Zurich karena menunjukkan gejala. Selain itu, otoritas Afrika Selatan kini melacak 65 orang yang pernah berkontak dengan pasien. Langkah ini bertujuan memutus rantai penyebaran lebih luas. Mengingat masa inkubasi mencapai 45 hari, pengawasan ketat akan terus berlangsung.

Baca Juga :  Cekcok Keluarga Berujung Maut, Warga Johar Baru Tewas Dihujani Tusukan Sopir

Kehidupan di Atas Kapal: Tenang di Tengah Karantina

Meskipun situasi tampak mencekam, suasana di dalam dek tetap terkendali. Salah satu penumpang, Kasem Hato, menceritakan rutinitas di dalam kabin. Kapten kapal rutin memberikan informasi terbaru kepada seluruh penghuni.

“Hari-hari kami berjalan hampir normal,” ujar Hato. Penumpang menyibukkan diri dengan membaca atau menonton film sambil menunggu solusi. Meskipun demikian, para penumpang tetap disiplin menerapkan jarak sosial. Mereka juga rajin menggunakan pembersih tangan dan mengenakan masker sesuai protokol kapal.

Kesimpulan: Ujian Protokol Kesehatan Maritim

Insiden MV Hondius ini menjadi pelajaran berharga bagi industri pelayaran global. Penanganan penyakit langka di rute terpencil kini menjadi perhatian utama. Keberhasilan evakuasi lintas negara diharapkan mampu mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan.

Singkatnya, keberhasilan penanganan krisis ini bergantung pada kecepatan deteksi dini. Kepatuhan terhadap masa karantina yang panjang juga sangat menentukan. Dunia kini menanti kedatangan kapal di Tenerife guna memastikan seluruh penumpang pulang dalam kondisi sehat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab
Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:53 WIB

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Berita Terbaru

Klaim sabotase di Washington. Presiden Donald Trump menuduh perusak merusak lapisan cat baru Reflecting Pool yang kini mengelupas dan berlumut hijau. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:53 WIB

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB