AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ujian stabilitas Teluk. Amerika Serikat dan Iran saling melepaskan tembakan dalam insiden paling serius sejak gencatan senjata April lalu, memicu kekhawatiran akan runtuhnya upaya damai saat Washington menanti respons nuklir Teheran. Dok: Istimewa.

Ujian stabilitas Teluk. Amerika Serikat dan Iran saling melepaskan tembakan dalam insiden paling serius sejak gencatan senjata April lalu, memicu kekhawatiran akan runtuhnya upaya damai saat Washington menanti respons nuklir Teheran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Stabilitas keamanan di Selat Hormuz kembali terguncang hebat pada hari Kamis. Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam kontak senjata langsung yang menandai pelanggaran paling serius terhadap kesepakatan penghentian permusuhan yang berlaku sejak 7 April lalu.

Insiden berdarah ini meletus saat Washington sedang menanti jawaban resmi Teheran terhadap proposal perdamaian terbaru. Meskipun kedua pihak sempat saling serang selama beberapa jam, kedua negara memberikan sinyal untuk tidak memperluas skala peperangan ke tingkat yang lebih masif.

Tuduhan Pelanggaran dan Serangan ke Pulau Qeshm

Komando militer terpadu Iran melontarkan tuduhan serius terhadap pihak Amerika Serikat. Mereka mengeklaim bahwa armada laut AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan satu kapal lainnya yang sedang memasuki selat. Selain itu, Teheran melaporkan adanya serangan udara AS yang menghantam kawasan sipil di Pulau Qeshm serta wilayah pesisir Bandar Khamir Sirik di daratan utama.

Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa serangan balasan tersebut menimbulkan “kerusakan signifikan” pada aset Amerika.

Baca Juga :  Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Respon CENTCOM: “Kami Tidak Mencari Eskalasi”

Di pihak lain, Komando Sentral AS (CENTCOM) memberikan kronologi yang berbeda. Otoritas militer AS menegaskan bahwa pasukannya hanya melepaskan tembakan sebagai bentuk pembelaan diri atas serangan agresif Iran.

CENTCOM melaporkan bahwa Iran menggunakan kombinasi rudal, drone, dan kapal cepat untuk menyerang tiga kapal penghancur (destroyer) Angkatan Laut AS. “CENTCOM tidak mencari eskalasi, namun kami tetap dalam posisi siap untuk melindungi pasukan Amerika,” tulis pernyataan resmi tersebut pada Kamis malam. Pihak AS membantah klaim Iran mengenai adanya kerusakan pada aset militer mereka.

Diplomasi “Love Tap” Donald Trump

Di tengah desing peluru di Teluk, Presiden Donald Trump justru berusaha meredakan kepanikan publik. Dalam sebuah interaksi singkat dengan wartawan ABC, Trump bersikeras bahwa gencatan senjata secara teknis masih berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump secara mengejutkan menyebut pertukaran tembakan tersebut hanya sebagai “sentuhan kasih sayang” (love tap). Meskipun demikian, manuver ini dipandang sebagai upaya Trump untuk menjaga momentum negosiasi perdamaian yang sedang berjalan. Media pemerintah Iran, Press TV, juga melaporkan bahwa situasi di kota-kota pesisir dan pulau-pulau di sekitar selat telah kembali kondusif beberapa jam setelah insiden berakhir.

Baca Juga :  Perampokan Motor Honda Beat di Jatibening Bekasi, Korban Dirampas 8 Begal

Sanksi Baru dan Kebuntuan Meja Rundingan

Pertempuran fisik ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik. Amerika Serikat telah mengajukan draf rencana untuk mengakhiri perang secara formal, namun dokumen tersebut belum menyentuh isu-isu krusial seperti penghentian program nuklir Iran dan pembukaan total Selat Hormuz bagi energi dunia.

Guna menambah tekanan, Amerika Serikat secara terpisah menjatuhkan sanksi baru pada hari Kamis. Sanksi tersebut menyasar Wakil Menteri Minyak Irak serta tiga pemimpin milisi yang Washington tuduh memberikan dukungan strategis bagi kepentingan Iran di kawasan tersebut.

Menanti Kepastian di Jalur Nadi Dunia

Insiden di hari Kamis ini membuktikan betapa rapuhnya garis perdamaian di tahun 2026. Singkatnya, selama isu kepemilikan uranium dan kontrol navigasi selat belum mencapai kesepakatan tertulis, kontak senjata serupa diprediksi akan terus berulang.

Masyarakat internasional kini menanti apakah “sentuhan” militer ini akan mempercepat Iran untuk menyetujui proposal AS, atau justru memicu penutupan selat secara permanen yang dapat melumpuhkan ekonomi global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi
Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Puluhan Pendaki Tersesat dan Terluka, 2 WNA Dievakuasi
Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo
Hati-Hati Modus Penipuan Nobar Piala Dunia 2026, Polri Siapkan Hotline 110
CFD Jakarta Mulai Jam 05.30 WIB per 1 Juni 2026, Rasuna Said Jadi Lokasi Baru
Kebakaran Jagakarsa Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh, Diduga Dipicu Sisa Tiner Renovasi
Menelusuri Jejak Serangan AS yang Menewaskan 120 Anak
Iran Tinjau Proposal AS Saat Harga Minyak Dunia Anjlok

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:29 WIB

Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:26 WIB

Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Puluhan Pendaki Tersesat dan Terluka, 2 WNA Dievakuasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:17 WIB

Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:35 WIB

Hati-Hati Modus Penipuan Nobar Piala Dunia 2026, Polri Siapkan Hotline 110

Berita Terbaru

Ujian stabilitas Teluk. Amerika Serikat dan Iran saling melepaskan tembakan dalam insiden paling serius sejak gencatan senjata April lalu, memicu kekhawatiran akan runtuhnya upaya damai saat Washington menanti respons nuklir Teheran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB

Konsekuensi dari kekhalifahan. Tiga wanita Australia menghadapi ancaman penjara puluhan tahun setelah kembali dari kamp pengungsian Suriah. Dua di antaranya dituduh membeli budak wanita Yazidi seharga puluhan ribu dolar. Dok:   (Joel Carrett/AAP Image via AP)

INTERNASIONAL

Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:29 WIB

Langkah besar kedaulatan laut. Taiwan secara resmi merampungkan uji coba penembakan torpedo perdana pada kapal selam buatan sendiri,

INTERNASIONAL

Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:17 WIB