Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah besar kedaulatan laut. Taiwan secara resmi merampungkan uji coba penembakan torpedo perdana pada kapal selam buatan sendiri,

Langkah besar kedaulatan laut. Taiwan secara resmi merampungkan uji coba penembakan torpedo perdana pada kapal selam buatan sendiri, "Narwhal", guna memperkuat daya getar (deterrence) terhadap kekuatan angkatan laut China. Dok: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/File Photo.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Kekuatan maritim Taiwan mencatatkan kemajuan signifikan dalam memperkuat pertahanan wilayahnya. CSBC Corp merupakan perusahaan yang memimpin proyek kapal selam domestik ini. Mereka mengumumkan keberhasilan uji coba penembakan torpedo perdana “Narwhal” pada hari Kamis.

Langkah ini menjadi bagian misi ambisius Taiwan dalam membangun kemandirian alutsista. Taipei melakukan hal ini di bawah tekanan militer China yang kian intens. Oleh karena itu, pencapaian ini mengirimkan sinyal kuat bagi Beijing. Taipei membuktikan kemampuan mereka mempercanggih pertahanan bawah laut secara mandiri.

Verifikasi Sistem Tempur dan Teknologi AS-Inggris

Dalam pernyataan resminya, CSBC Corp menyatakan bahwa uji coba berlangsung pada hari Rabu. Operasi ini bertujuan memverifikasi kemampuan operasional sistem tempur kapal dalam aspek kritis:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Kemampuan deteksi dan pelacakan target bawah air.
  • Efektivitas sistem kendali penembakan (fire control).
  • Presisi peluncuran dan pemanduan torpedo hingga ke sasaran.
Baca Juga :  Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov

Taiwan memang menghadapi isolasi diplomatik yang cukup berat. Namun, program ini tetap berhasil menarik dukungan teknologi dari Amerika Serikat dan Inggris. Dalam hal ini, “Narwhal” menggunakan sistem tempur rancangan Lockheed Martin Corp. Kapal tersebut juga mengandalkan torpedo kelas berat Mark 48 buatan AS.

Menghadapi Dominasi Militer China

Program kapal selam ini menjadi pilar utama strategi modernisasi militer Taiwan. Tujuannya adalah mengimbangi kekuatan China yang kian dominan. Saat ini, militer China memiliki keunggulan kuantitas yang masif. Armada mereka mencakup tiga kapal induk serta kapal selam rudal balistik nuklir.

Sebagai hasilnya, Taiwan berencana membangun total delapan unit kapal selam serupa. Armada ini bertugas melindungi jalur pelayaran vital jika terjadi konflik terbuka. “Narwhal” sendiri menelan nilai investasi mencapai 49,36 miliar dolar Taiwan (sekitar Rp25 triliun). Meskipun sempat tertunda dari target 2024, kapal ini siap bergabung dengan dua kapal selam tua buatan Belanda.

Baca Juga :  Neraka di Chili Selatan: Kebakaran Hutan Tewaskan 18 Orang

Target Operasional dan Masa Depan Armada

Militer Taiwan sukses melakukan uji coba penyelaman perdana pada Januari lalu. Kini, mereka semakin optimis dalam mencapai target operasionalnya. Pemerintah menargetkan pengerahan setidaknya dua kapal selam domestik pada tahun 2027 mendatang.

Selanjutnya, otoritas pertahanan juga mempertimbangkan sistem peluncuran rudal untuk model berikutnya. Langkah ini akan memperluas kemampuan serangan balik Taiwan. Hal tersebut sekaligus meningkatkan risiko bagi setiap upaya agresi maritim asing di Selat Taiwan.

Kesimpulan: Menjaga Stabilitas Selat Taiwan

Uji coba torpedo “Narwhal” membuktikan ketahanan industri pertahanan Taiwan di tengah hambatan diplomatik. Singkatnya, kapal selam ini merupakan simbol tekad Taipei dalam menjaga kedaulatan laut. Mereka berkomitmen menjaga kebebasan navigasi di kawasan Indo-Pasifik.

Masyarakat internasional terus memantau dampak armada bawah laut ini terhadap keseimbangan kekuatan di Asia Timur. Dengan demikian, keberadaan armada domestik tersebut berpotensi mencegah terjadinya eskalasi militer yang tidak diinginkan di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas
Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental
Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Berita Terbaru

Pearl Abyss memastikan Crimson Desert akan meluncur ke Nintendo Switch 2 pada paruh pertama 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Crimson Desert Dipastikan Meluncur ke Nintendo Switch 2

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:30 WIB

NVIDIA resmi meluncurkan aplikasi native GeForce NOW untuk Linux setelah keluar dari masa beta, menghadirkan cloud gaming dengan performa setara RTX 5080. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Resmi Rilis GeForce NOW Native untuk Linux

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:24 WIB

Tim SAR Polri bersama anjing K9 disiapkan untuk mencari korban gempa di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/Humas Polri)

DAERAH

Polri Kerahkan 260 Personel dan 10 K9 Buru Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:22 WIB

Bocoran video dan screenshot dari MMO misterius HoYoverse bernama Nodusfall muncul ke internet, memperlihatkan pendekatan dark fantasy dengan dunia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bocoran Game MMO Baru HoYoverse Nodusfall

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:21 WIB