TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Kekuatan maritim Taiwan mencatatkan kemajuan signifikan dalam memperkuat pertahanan wilayahnya. CSBC Corp merupakan perusahaan yang memimpin proyek kapal selam domestik ini. Mereka mengumumkan keberhasilan uji coba penembakan torpedo perdana “Narwhal” pada hari Kamis.
Langkah ini menjadi bagian misi ambisius Taiwan dalam membangun kemandirian alutsista. Taipei melakukan hal ini di bawah tekanan militer China yang kian intens. Oleh karena itu, pencapaian ini mengirimkan sinyal kuat bagi Beijing. Taipei membuktikan kemampuan mereka mempercanggih pertahanan bawah laut secara mandiri.
Verifikasi Sistem Tempur dan Teknologi AS-Inggris
Dalam pernyataan resminya, CSBC Corp menyatakan bahwa uji coba berlangsung pada hari Rabu. Operasi ini bertujuan memverifikasi kemampuan operasional sistem tempur kapal dalam aspek kritis:
- Kemampuan deteksi dan pelacakan target bawah air.
- Efektivitas sistem kendali penembakan (fire control).
- Presisi peluncuran dan pemanduan torpedo hingga ke sasaran.
Taiwan memang menghadapi isolasi diplomatik yang cukup berat. Namun, program ini tetap berhasil menarik dukungan teknologi dari Amerika Serikat dan Inggris. Dalam hal ini, “Narwhal” menggunakan sistem tempur rancangan Lockheed Martin Corp. Kapal tersebut juga mengandalkan torpedo kelas berat Mark 48 buatan AS.
Menghadapi Dominasi Militer China
Program kapal selam ini menjadi pilar utama strategi modernisasi militer Taiwan. Tujuannya adalah mengimbangi kekuatan China yang kian dominan. Saat ini, militer China memiliki keunggulan kuantitas yang masif. Armada mereka mencakup tiga kapal induk serta kapal selam rudal balistik nuklir.
Sebagai hasilnya, Taiwan berencana membangun total delapan unit kapal selam serupa. Armada ini bertugas melindungi jalur pelayaran vital jika terjadi konflik terbuka. “Narwhal” sendiri menelan nilai investasi mencapai 49,36 miliar dolar Taiwan (sekitar Rp25 triliun). Meskipun sempat tertunda dari target 2024, kapal ini siap bergabung dengan dua kapal selam tua buatan Belanda.
Target Operasional dan Masa Depan Armada
Militer Taiwan sukses melakukan uji coba penyelaman perdana pada Januari lalu. Kini, mereka semakin optimis dalam mencapai target operasionalnya. Pemerintah menargetkan pengerahan setidaknya dua kapal selam domestik pada tahun 2027 mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, otoritas pertahanan juga mempertimbangkan sistem peluncuran rudal untuk model berikutnya. Langkah ini akan memperluas kemampuan serangan balik Taiwan. Hal tersebut sekaligus meningkatkan risiko bagi setiap upaya agresi maritim asing di Selat Taiwan.
Kesimpulan: Menjaga Stabilitas Selat Taiwan
Uji coba torpedo “Narwhal” membuktikan ketahanan industri pertahanan Taiwan di tengah hambatan diplomatik. Singkatnya, kapal selam ini merupakan simbol tekad Taipei dalam menjaga kedaulatan laut. Mereka berkomitmen menjaga kebebasan navigasi di kawasan Indo-Pasifik.
Masyarakat internasional terus memantau dampak armada bawah laut ini terhadap keseimbangan kekuatan di Asia Timur. Dengan demikian, keberadaan armada domestik tersebut berpotensi mencegah terjadinya eskalasi militer yang tidak diinginkan di masa depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












