Kuota Internet Hangus Rugikan Rakyat, Driver Online Gugat UU Cipta Kerja ke MK

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Mahkamah Konstitusi. (Posnews/Ist)

Gedung Mahkamah Konstitusi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nasib pahit menimpa rakyat kecil selama ini. Kuota internet yang belum habis justru hangus begitu saja, memicu kerugian serius.

Karena itu, Didi Supandi bersama istrinya, Wahyu Triana Sari, resmi menggugat Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasangan ini menguji Pasal 71 angka 2 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengubah aturan dalam UU Telekomunikasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gugatan tersebut tercatat dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025.

Sehari-hari, Didi bekerja sebagai driver online. Bagi dia, kuota internet bukan sekadar kebutuhan, melainkan alat utama mencari nafkah.

Baca Juga :  Pasal 169 UU Pemilu Digugat ke MK, Advokat Soroti Potensi Nepotisme Capres-Cawapres

Tanpa kuota, aplikasi mati dan order langsung terhenti.

Namun faktanya, kuota kerap hangus sebelum masa aktif berakhir. Akibatnya, Didi harus memilih antara berutang untuk membeli paket baru atau berhenti bekerja.

Kedua pilihan itu sama-sama menghantam kondisi ekonominya.

Hal serupa dialami Wahyu. Sebagai pedagang online, ia membutuhkan kuota besar agar bisnis tetap berjalan. Sayangnya, sisa kuota sering raib lebih dulu. Meski belum habis, ia tetap dipaksa membeli paket baru.

Baca Juga :  MK Lindungi Hak Konsumen, Sisa Kuota Internet Wajib Tetap Aktif

Kuasa hukum pemohon, Viktor Santoso, menegaskan sistem tersebut jelas merugikan konsumen. Masyarakat dipaksa membayar dua kali untuk layanan yang sama, sehingga modal usaha terkuras.

Lebih lanjut, Viktor menilai aturan itu melanggar hak milik warga negara dan menciptakan ketidakpastian hukum.

Operator dinilai terlalu leluasa menentukan tarif dan masa berlaku tanpa parameter tegas.

β€œKuota internet dibeli secara lunas. Jika sisa kuota dihanguskan sepihak tanpa kompensasi, itu sama saja merampas hak milik rakyat,” tegas Viktor.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tegur Suami Sering Berjudi, Istri di Cengkareng Diduga Dicekik dan Luka Bakar
Kapolri Suyudi Sebut Polri Makin Solid, Purnawirawan Brimob Beri Dukungan
Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan
Minggu Pagi ARBI Turun ke Al-Azhar, Bawa Lima Tuntutan soal Gibran
Motor Hilang Dijual Rp1 Juta, Polisi Ungkap Rantai Curanmor hingga Penadah
Kenalan di Instagram Berujung Pencurian Motor, Dua Pria Ditangkap
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Sepekan, Sumatera Utara Status Awas
Cekcok di Majestic Billiard Berlanjut ke Jalan, Pemuda 23 Tahun Tewas

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 05:58 WIB

Tegur Suami Sering Berjudi, Istri di Cengkareng Diduga Dicekik dan Luka Bakar

Sabtu, 7 November 2026 - 18:19 WIB

Kapolri Suyudi Sebut Polri Makin Solid, Purnawirawan Brimob Beri Dukungan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:17 WIB

Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan

Sabtu, 7 November 2026 - 14:30 WIB

Minggu Pagi ARBI Turun ke Al-Azhar, Bawa Lima Tuntutan soal Gibran

Sabtu, 7 November 2026 - 11:43 WIB

Motor Hilang Dijual Rp1 Juta, Polisi Ungkap Rantai Curanmor hingga Penadah

Berita Terbaru