Langit Jabodetabek Gelap, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang

Sabtu, 27 Desember 2025 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Hujan sedang hingga lebat mengguyur wilayah Jabodetabek sesuai prakiraan cuaca BMKG periode 9–10 Januari 2026.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, Hujan sedang hingga lebat mengguyur wilayah Jabodetabek sesuai prakiraan cuaca BMKG periode 9–10 Januari 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menabuh peringatan cuaca sejak dini untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Pada Sabtu, 27 Desember 2025, langit diprediksi didominasi awan tebal, namun hujan berpotensi turun sejak pagi hingga sore hari. Warga diminta tetap siaga.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Hujan Petir Landa Jabodetabek hingga 26 Desember 2025

BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, terutama menjelang siang. Kondisi berawan tebal diperkirakan bertahan hingga sore hari.

Suhu udara di Bogor berada di kisaran 20–28 derajat Celsius, sementara wilayah Jabodetabek lainnya mencapai 24–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi hingga 98 persen.

Baca Juga :  Fungsi Saku Kecil di Celana Jeans: Bukan untuk Koin

BMKG mengingatkan warga waspada hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang, khususnya di Jakarta, Bekasi, Depok, serta Bogor.

Masyarakat diminta mengatur aktivitas luar ruang dan terus memantau informasi cuaca terkini guna menghindari dampak cuaca ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB