Rakyat Tak Boleh Dicekik Bunga Tinggi, Prabowo Siapkan Pinjaman Lunak

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kesejahteraan rakyat saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Posnews/HUmas NU)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kesejahteraan rakyat saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Posnews/HUmas NU)

JOMBANG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah ingin memastikan masyarakat Indonesia bisa menjalani kehidupan yang lebih layak.

Pemerintah tidak ingin rakyat terus terjebak dalam jeratan utang berbunga tinggi karena kebutuhan sehari-hari.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Prabowo, kehidupan layak bukan sekadar mampu memenuhi kebutuhan makan.

Masyarakat juga harus memiliki rumah yang pantas serta penghasilan bulanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik. Bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir.”

Prabowo Ingin Jutaan Warga Keluar dari Kemiskinan

Selanjutnya, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan strategi transformasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengaku telah menghitung secara cermat kebutuhan program tersebut. Karena itu, Prabowo optimistis pemerintah mampu mengangkat jutaan masyarakat dari kemiskinan.

Baca Juga :  Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

“Kita harus berani. Dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya. Saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil,” ujar Prabowo.

Ia juga menyebut pemerintah telah menunjukkan hasil pada dua tahun pertama masa kepemimpinannya.

Target tersebut, kata Prabowo, bukan sekadar angka. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung pada pinjaman berbunga mencekik.

Negara Disiapkan Jadi Jalan Keluar dari Jeratan Rentenir

Prabowo kemudian menegaskan negara harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.

Salah satu upayanya ialah menyediakan akses pembiayaan dengan bunga yang lebih ringan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung kepada rentenir atau tengkulak ketika membutuhkan modal maupun dana untuk kebutuhan mendesak.

“Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir. Negara akan hadir di tengah-tengah rakyat sehingga rakyat kalau perlu dia bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri,” kata Prabowo.

Menurut dia, strategi tersebut akan diwujudkan dalam waktu dekat.

Kekayaan Negara Harus Kembali ke Rakyat

Lebih jauh, Prabowo menilai pengelolaan kekayaan Indonesia menjadi salah satu kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia ingin sumber daya dan kekayaan negara dikelola sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga :  KPK Ungkap Biaya Politik Mahal Bisa Picu Korupsi, Dorong Pembatasan Dana Kampanye

“Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita,” tuturnya.

Prabowo juga mengajak NU dan seluruh elemen masyarakat ikut bekerja keras mendorong kemajuan Indonesia.

Ia menilai NU memiliki kepentingan besar untuk memastikan warganya memperoleh kehidupan yang layak karena organisasi tersebut memiliki basis umat yang luas.

Pesan Besar dari Jombang

Pesan Prabowo di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU membawa satu garis besar: pertumbuhan ekonomi harus terasa sampai ke rumah-rumah masyarakat.

Rumah yang layak, pendapatan yang cukup, serta akses pembiayaan yang terjangkau menjadi bagian dari kehidupan yang ingin diwujudkan pemerintah.

Namun, tantangannya tidak ringan. Upaya mengurangi kemiskinan membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha masyarakat, serta akses pembiayaan yang sehat.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya keluar dari jeratan utang berbunga tinggi, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.

Bagi masyarakat kecil, penghasilan yang cukup bukan sekadar angka. Itulah yang menentukan apakah sebuah keluarga bisa makan tenang, membayar kebutuhan pendidikan, memiliki tempat tinggal layak, dan menatap masa depan tanpa dihantui utang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana
Rp250 Juta Diserahkan PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitan Muktamar NU
Lemas Bertahan di Monumen Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Ditangani Medis
Harga Ayam di Peternak dan Konsumen Jomplang, Bareskrim Dalami Dugaan Mafia Pangan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana

Berita Terbaru

Petugas menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai klaim kandungan gizi.

NASIONAL

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:38 WIB