Longsor Maja–Tigaraksa, KAI Commuter Rekayasa 19 Perjalanan KRL Rangkasbitung

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, petugas KAI Commuter mengatur perjalanan KRL Rangkasbitung akibat longsor di lintas Maja–Tigaraksa. (Posnews/KAI)

Ilustrasi, petugas KAI Commuter mengatur perjalanan KRL Rangkasbitung akibat longsor di lintas Maja–Tigaraksa. (Posnews/KAI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Longsor di lintas Stasiun Maja–Stasiun Tigaraksa bikin perjalanan Commuter Line Rangkasbitung terganggu.

Akibatnya, KAI Commuter terpaksa merekayasa 19 perjalanan pada Kamis (22/1/2026).

Gangguan terjadi setelah tiang Listrik Aliran Atas (LAA) terdampak longsor. Untuk menekan keterlambatan, KAI Commuter langsung mengubah pola operasi dan membatasi pergerakan kereta.

Sejumlah rangkaian Commuter Line Rangkasbitung hanya melayani penumpang hingga Stasiun Tigaraksa. Setelah itu, kereta diputar balik menuju Stasiun Tanah Abang.

Baca Juga :  Jejak Kayu Shihuahuaco dan Ancaman Deforestasi di Peru

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut hingga pukul 12.00 WIB pihaknya juga membatalkan satu perjalanan demi keselamatan.

“Total 19 perjalanan kami rekayasa dan satu perjalanan kami batalkan,” kata Karina.

Sementara itu, perjalanan kereta masih menggunakan satu jalur dengan pembatasan kecepatan di lokasi longsor. Kondisi ini membuat perjalanan belum bisa kembali normal.

Baca Juga :  Gangguan Operasional KRL di Stasiun Bekasi Picu Keterlambatan dan Penumpukan Parah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KAI Commuter terus menyampaikan informasi kepada penumpang melalui petugas, aplikasi C-Access, dan kanal resmi.

Penumpang diminta waspada dan tidak memaksakan naik kereta saat kondisi penuh.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas,” tegas Karina. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB