Mahasiswi Unpam Serang Tewas Jatuh dari Lantai 2 Gedung Kampus, Polisi Pasang Garis Polisi

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memasang garis polisi di Gedung C Kampus Unpam Serang lokasi mahasiswi tewas jatuh dari lantai dua. (Posnews/Ist)

Polisi memasang garis polisi di Gedung C Kampus Unpam Serang lokasi mahasiswi tewas jatuh dari lantai dua. (Posnews/Ist)

SERANG, POSNEWS.CO.ID – Tragedi mengejutkan mengguncang Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, Banten.

Seorang mahasiswi bernama Suheni Sintiasari (27) tewas setelah diduga terjatuh dari lantai dua Gedung C kampus, Sabtu (7/2/2026) siang.

Polisi langsung bergerak mengusut penyebab dan kronologi kejadian dengan mengumpulkan keterangan saksi di lokasi.

Polsek Walantaka segera merespons laporan warga. Petugas memasang garis polisi di sekitar Gedung C Unpam Serang untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi, polisi menemukan pembatas pengaman lantai dua sangat minim. Kondisi itu diduga meningkatkan risiko keselamatan di area kampus.

Baca Juga :  BNN Warning Keras Soal Gas Tertawa Whip Pink, Bahaya Mematikan Mengintai Anak Muda

Kapolsek Walantaka AKP Dulhak menegaskan penyidik masih mendalami kasus tersebut. Polisi memeriksa saksi mata, meneliti bukti di TKP, dan menyusun kronologi sebelum korban terjatuh.

Hingga kini, polisi belum memastikan apakah insiden yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB itu murni kecelakaan atau melibatkan faktor lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasca kejadian, suasana kampus tampak sepi. Mahasiswa dan warga sekitar mengaku terkejut dan prihatin atas insiden maut tersebut.

Baca Juga :  19 Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten, Tingkatkan Akses Sekolah dan Ekonomi

Sementara itu, pihak kampus belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kematian mahasiswi tersebut.

Kasus ini menyedot perhatian publik karena menyoroti standar keamanan fasilitas kampus, terutama di area rawan yang belum dilengkapi pembatas memadai.

Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan dan berjanji menyampaikan perkembangan terbaru setelah seluruh keterangan saksi dan bukti terkumpul. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB