LONDON, POSNEWS.CO.ID – Awan mendung menyelimuti Stamford Bridge. Pelatih kepala Chelsea, Enzo Maresca, tampak sedang memainkan strategi berisiko tinggi. Bahkan, banyak pihak menilai tingkah lakunya belakangan ini seolah-olah ia sengaja menantang pemecatan.
Pemicu utamanya adalah komentar pedas Maresca usai kemenangan membosankan melawan Everton, Sabtu lalu. Secara mengejutkan, ia mengeluh kurang mendapatkan dukungan dari klub.
Lantas, ia menyebut 48 jam sebelum laga tersebut sebagai momen terburuknya sejak bergabung. Pernyataan ini meledak bak granat di ruang rapat direksi. Anehnya, Maresca menolak meredakan situasi dan justru membiarkan spekulasi liar berkembang.
Rumor Man City dan Koneksi Mendes
Keberanian Maresca ini menimbulkan tanda tanya besar. Jawabannya mungkin tersimpan di Manchester. Rumor kencang berhembus bahwa Manchester City membidik Maresca sebagai calon kuat pengganti Pep Guardiola musim panas mendatang.
Waktunya sangat mencurigakan. Faktanya, agen baru Maresca, Jorge Mendes, menjalin hubungan dekat dengan Direktur Olahraga City, Hugo Viana.
Oleh karena itu, spekulasi pun merebak liar. Maresca diduga menggunakan ketertarikan City sebagai senjata tawar. Ia ingin menuntut kekuasaan lebih besar di Chelsea. Padahal, struktur Chelsea saat ini tidak menyisakan ruang bagi manajer untuk mendikte kebijakan transfer klub.
Cari Muka di Depan Fans
Di sisi lain, Maresca bermanuver mencari simpati suporter. Saat Chelsea menang lawan Cardiff di Carabao Cup, ia menepuk lencana di dadanya tepat saat fans menyanyikan namanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dinilai sebagai strategi PR (Public Relations) yang cerdik. Pasalnya, banyak fans Chelsea masih menaruh curiga pada direktur olahraga Laurence Stewart dan Paul Winstanley, serta pemilik klub Todd Boehly.
Namun, manajemen Chelsea tidak menyukai drama ini. Mereka merasa Maresca menggunakan momentum kesuksesan enam bulan terakhir untuk bertingkah. “Dia memainkan permainan yang berbahaya,” ujar seorang sumber internal klub.
Masa Depan di Ujung Tanduk
Manajemen Chelsea sejatinya mendambakan stabilitas, bukan drama tak berkesudahan. Tim rekrutmen mereka telah bekerja keras membangun skuad muda dengan kontrak jangka panjang.
Akan tetapi, sikap Maresca dinilai sangat provokatif. Saat wartawan bertanya apakah ada masalah yang perlu ia bahas dengan dewan direksi, ia menjawab dingin. “Itu pertanyaan untuk mereka, bukan untuk saya,” katanya.
Janji Maresca untuk bertahan musim depan kini terdengar meragukan. Meskipun kontraknya berlaku hingga 2029, posisi Maresca akan ditinjau ulang pada akhir musim.
Jika suasana ruang ganti berubah menjadi racun (toxic) dan performa tim terganggu, Chelsea mungkin terpaksa mengambil keputusan tegas. Maresca harus berhati-hati. Ingatlah, bisnis sepak bola sangat kejam, dan tidak ada jaminan kursi di Manchester City benar-benar tersedia untuknya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















