POSNEWS.CO.ID, SHABWA – Kelompok pemberontak Houthi menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer pemerintah Yaman di Provinsi Shabwa.
Serangan udara dahsyat tersebut menewaskan sedikitnya 53 prajurit militer Yaman pada Senin waktu setempat.
Selain korban tewas ledakan besar itu melukai sekitar 200 rekrutan baru di kamp pelatihan militer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pemerintah provinsi Shabwa mengonfirmasi bahwa korban jiwa berpotensi terus bertambah akibat luka parah.
Juru bicara Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan balistik mematikan terhadap pangkalan militer tersebut.
Membedah Dampak Eskalasi Konflik Dan Reaksi Pemerintah Arab Saudi
Pihak pimpinan dewan kepresidenan Yaman Rashad al-Alimi menjanjikan balasan sangat tegas atas tindakan brutal Houthi.
Pemerintah Shabwa juga meminta bantuan sistem pertahanan udara tambahan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.
Eskalasi pertempuran sengit ini merusak kesepakatan gencatan senjata tahun 2022 yang sempat meredakan perang saudara.
Sementara itu Arab Saudi terpaksa membatalkan konferensi investasi global akibat ancaman serangan balistik Houthi.
Pemerintah Arab Saudi bahkan memperpanjang kebijakan belajar jarak jauh bagi seluruh siswa di wilayah Riyadh.
Mengulas Pertempuran Jalur Laut Merah Dan Ancaman Terhadap Jalur Pelayaran
Kelompok Houthi juga mengklaim melancarkan enam serangan terpisah ke fasilitas minyak dan bandara Arab Saudi.
Pasukan militer Houthi saat ini menguasai wilayah strategis di pesisir Laut Merah dekat Selat Bab el-Mandeb.
Koalisi Arab Saudi merespons dengan menggelar serangan balasan guna merebut kembali posisi penting tersebut.
Bahkan otoritas Yaman melaporkan serangan rudal Houthi menyasar wilayah padat penduduk di Kota Marib.
Eskalasi konflik bersenjata ini berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia serta jalur pelayaran internasional.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












