Massa Desak DPR dan Presiden Prabowo Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Senin, 15 September 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Samapta Polda Metro Jaya membagikan air mineral dan roti kepada peserta aksi buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Aksi simpatik ini menjadi wujud pelayanan humanis Polri kepada masyarakat. Dok-Polri

Personel Samapta Polda Metro Jaya membagikan air mineral dan roti kepada peserta aksi buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Aksi simpatik ini menjadi wujud pelayanan humanis Polri kepada masyarakat. Dok-Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –  Ratusan massa menggelar unjuk rasa di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025). Mereka menuntut DPR dan Presiden Prabowo Subianto segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Sekitar pukul 13.30 WIB, massa aksi tiba di lokasi dengan menggunakan sejumlah angkutan kota (angkot). Setibanya di depan gerbang, mereka langsung memarkirkan kendaraan, membentangkan spanduk bertuliskan #IndonesiaDaruratKorupsi, serta membawa bendera Merah Putih.

Massa aksi terdiri dari berbagai kelompok, antara lain Aktivis Pejuang Rakyat, GRPB, GN NKRI, Jaga NKRI, dan Formula. Mereka menilai pengesahan RUU Perampasan Aset penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca Juga :  Kepala BNN Irjen Suyudi Tegaskan Pemberantasan Narkoba Tanpa Pandang Bulu

“Bapak Prabowo Subianto, kami mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan demi menyelamatkan bangsa dari praktik korupsi,” seru seorang orator dari atas mobil komando.

Aksi berjalan damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Polisi juga menurunkan personel lalu lintas untuk mengatur kendaraan di Jalan Gatot Subroto menuju Slipi agar tidak terjadi kemacetan.

Baca Juga :  DPR RI Percepat Reforma Agraria dengan Pansus Penyelesaian Konflik Lahan

Hingga sore hari, situasi di sekitar Kompleks Parlemen masih kondusif. Polisi memastikan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai catatan, RUU Perampasan Aset telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025. Namun, pembahasannya di DPR belum rampung sehingga memicu desakan dari berbagai elemen masyarakat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB