Menolak Punah: Buaya Bertahan Saat Dinosaurus Musnah

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Rahasia evolusi 200 juta tahun. Dari katup jantung unik hingga kemampuan 'tidur panjang' di bawah tanah, buaya membuktikan diri sebagai penyintas ulung. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Rahasia evolusi 200 juta tahun. Dari katup jantung unik hingga kemampuan 'tidur panjang' di bawah tanah, buaya membuktikan diri sebagai penyintas ulung. Dok: Istimewa.

DARWIN, POSNEWS.CO.ID – Dinosaurus boleh saja menguasai buku sejarah, tetapi buaya adalah penguasa waktu yang sesungguhnya. Reptil purba ini telah ada sejak 200 juta tahun lalu. Mereka selamat dari hantaman meteor, pembekuan planet, hingga pergeseran lempeng tektonik ekstrem.

Bahkan, dominasi mamalia selama 65 juta tahun terakhir gagal menggeser posisi mereka di puncak rantai makanan. Buaya modern hampir tidak berubah dari nenek moyang prasejarah mereka. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa desain evolusi mereka sudah sempurna sejak awal.

Desain Stealth yang Mematikan

Nenek moyang mirip buaya pertama kali muncul sekitar 230 juta tahun lalu. Alam telah melengkapi mereka dengan fitur pemburu senyap: tubuh ramping, ekor panjang, dan rahang mematikan. Selain itu, mereka memiliki kemampuan bergerak yang mengejutkan. Di darat, buaya bisa melakukan “belly run” atau lari perut dengan kecepatan hingga 11 km/jam, bahkan lebih cepat jika meluncur di lumpur.

Namun, kehebatan sesungguhnya terletak pada adaptasi air. Buaya tidak memiliki bibir, sehingga mulut mereka akan penuh air saat menyelam. Akan tetapi, katup khusus di tenggorokan mencegah mereka tenggelam saat membuka mulut untuk menangkap mangsa di dalam air. Lubang hidung mereka yang terletak di ujung moncong terhubung lewat saluran khusus, memungkinkan mereka bernapas meski sebagian besar kepala terendam.

Lebih canggih lagi, kulit wajah mereka penuh dengan kubah berpigmen kecil. Ini adalah reseptor tekanan saraf yang sangat sensitif. Fitur ini memungkinkan buaya mendeteksi getaran sekecil apa pun di air yang gelap gulita, lalu menyambar mangsa dengan akurasi mematikan.

Jantung Unik dan Metabolisme Hemat Energi

Sebagai hewan berdarah dingin (endothermic), buaya bergantung pada lingkungan untuk mengatur suhu tubuh. Meskipun demikian, organ dalam mereka sangat canggih. Jantung buaya memiliki katup yang dapat mereka kendalikan secara aktif. Katup ini berfungsi mengalihkan aliran darah dari paru-paru dan mendaur ulangnya ke seluruh tubuh, membawa oksigen ke tempat yang paling membutuhkan saat menyelam.

Baca Juga :  Bareskrim Limpahkan 12 Tersangka Narkoba ke Kejaksaan Bali, Kokain dan Ekstasi Disita

Metabolisme mereka pun sangat lambat. Faktanya, buaya bisa bertahan hidup selama satu tahun penuh tanpa makan. Efisiensi ini membuat mereka jauh lebih tangguh menghadapi lingkungan tidak stabil yang mungkin akan membunuh mamalia dengan kebutuhan makanan tinggi.

Tidur Panjang di Bawah Tanah

Salah satu kunci bertahan hidup paling ekstrem terungkap lewat studi Kennett dan Christian terhadap buaya air tawar Australia (Crocodylus johnstoni). Ternyata, saat musim kemarau mengeringkan tempat berburu, buaya tidak mati kehausan.

Mereka menggali liang di lumpur dan memasuki fase dormansi yang ilmuwan sebut sebagai aestivation. Selama hampir empat bulan, mereka mengubur diri tanpa makanan atau air.

Studi menunjukkan bahwa meski kehilangan berat badan dan air, konsentrasi limbah dalam darah mereka tetap stabil. Buaya keluar dari masa “tidur panjang” ini tanpa dehidrasi atau efek buruk lainnya. Kemampuan untuk “duduk diam” melewati masa-masa sulit inilah yang diyakini para ahli sebagai kunci utama mengapa garis keturunan buaya tak pernah putus digilas zaman.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang
Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok
Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu
Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data
Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:29 WIB

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 September 2026 - 15:44 WIB

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 September 2026 - 14:38 WIB

Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB