Mentan Amran Mengamuk dan Beri Ultimatum Pecat Koruptor Bantuan Banjir 1×24 Jam

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.
(Posnews/Ist)

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya agar tidak memainkan atau mengkorupsi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia menegaskan tidak memberi ruang bagi pegawai yang melakukan pungli selama distribusi bantuan.

“Begitu muncul berita dugaan pungli, kami langsung cek. Jika ada yang korupsi, saya pastikan 1×24 jam saya pecat,” tegas Amran dikutip, pada Jumat (112/12/2025).

Di tengah situasi bencana nasional, Amran menekankan bahwa aparatur negara seharusnya mengedepankan kepedulian, bukan mencari keuntungan. Namun, ia masih menemukan oknum yang mencoba bermain di tengah kondisi darurat.

Baca Juga :  Rais Aam PBNU Tegaskan, Gus Yahya Nonaktif dari Kursi Ketua Umum Sejak 26 November 2025

“Saat situasi susah begini, harusnya kita peduli,” ujarnya.

Amran juga memastikan bahwa setiap pelanggaran akan langsung dilaporkan ke penegak hukum agar pelakunya dihukum maksimal. “Kalau ada yang main-main, kami laporkan langsung. Hukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Bahkan, dalam dua pekan terakhir, ia sudah memecat pegawai yang melakukan pungli dan pemerasan. Pada 28 November 2025, seorang staf yang mengaku direktur jenderal memalak petani hingga ratusan juta rupiah.

“Jangan coba-coba ganggu bantuan. Saya pecat tanpa peringatan,” katanya.

Selain itu, Amran meluruskan kabar viral soal dugaan korupsi bantuan beras untuk korban banjir. Ia menjelaskan bahwa kekeliruan terjadi hanya karena salah penulisan satuan berat.

Baca Juga :  Natalius Pigai Desak DPR, Korupsi Harus Dianggap Pelanggaran HAM di Indonesia

“Tertulis 21.000 kg, padahal seharusnya 21.000 paket, satu paket 5 kg,” jelasnya. Total bantuan yang dikirim tetap sesuai, yakni 105.000 kilogram beras.

Amran juga mengapresiasi media yang aktif mengungkap dugaan penyimpangan. “Media membantu kami menjaga integritas penyaluran bantuan,” katanya.

Lebih jauh lagi, ia menegaskan bahwa dirinya dan para pejabat Kementan ikut menyumbangkan gaji pribadi untuk korban bencana. Karena itu, menurutnya, tidak mungkin ada ruang bagi praktik korupsi.

Pada akhir keterangannya, Amran mengakui bahwa kesalahan bisa terjadi. Meski begitu, ia menekankan komitmen “merah putih” dan solidaritas sebagai hal utama. “Yang penting niat merah putih dan persaudaraan,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Dampak El Nino Sangat Kuat
HUT TNI ke-81 Digelar Sederhana di Mabes, Banyak Prajurit Tangani Bencana
Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Diburu KPK, Tersebar di Bekasi hingga Bogor
KM Virgo Transport 8: Korban Meninggal Jadi 15, Ada 120 Orang Masih Dicari
OTT KPK di Bolmut, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita
KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon
KPK Telusuri 4 Mobil yang Diduga Diberikan Pengusaha kepada Vinna Ledy
Karhutla Indonesia Belum Padam, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:24 WIB

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Dampak El Nino Sangat Kuat

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

HUT TNI ke-81 Digelar Sederhana di Mabes, Banyak Prajurit Tangani Bencana

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Diburu KPK, Tersebar di Bekasi hingga Bogor

Selasa, 22 September 2026 - 06:11 WIB

KM Virgo Transport 8: Korban Meninggal Jadi 15, Ada 120 Orang Masih Dicari

Senin, 21 September 2026 - 20:40 WIB

OTT KPK di Bolmut, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB