Misteri Potongan Tubuh di Jalur Cangar Mojokerto Terungkap, Korban Perempuan Asal Lamongan

Senin, 8 September 2025 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

MOJOKERTO, POSNEWS.CO.ID – Polisi berhasil mengungkap misteri penemuan puluhan potongan tubuh manusia di jurang Jalur Cangar Mojokerto–Batu, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Polisi mengungkap identitas korban sebagai perempuan berinisial TAS (25), warga Lamongan yang tinggal di Surabaya.

Satreskrim Polres Mojokerto bersama anjing pelacak Polda Jatim menemukan potongan telapak tangan di lokasi kejadian. Temuan itu menjadi kunci utama dalam proses identifikasi.

“Telapak tangan korban kami temukan setelah menyisir area sejauh 200 meter dari lokasi penemuan potongan tubuh,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, Minggu (7/9/2025).

Baca Juga :  Baku Tembak di Lanny Jaya, Komandan OPM Tumbang di Tangan Kopassus

Polisi memastikan korban berasal dari Desa Made, Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan. Pihak keluarga sudah mengonfirmasi identitas tersebut.

Fauzy menambahkan, korban sebelumnya tinggal di sebuah kos di Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, bersama pacarnya. Kini, polisi memburu pacar korban yang diduga kuat terlibat dalam kasus mutilasi sadis ini.

Baca Juga :  Tolak Makan, Bocah di Bojonggede Tewas Dipukul Ibu Tiri Sejak Awal Oktober

“Korban lahir di Pacitan. Setelah lulus kuliah, ia merantau ke Surabaya dan kemudian tinggal bersama pacarnya di Lamongan,” jelas Fauzy.

Warga Mojokerto sebelumnya geger setelah menemukan puluhan potongan tubuh yang dibuang di jurang Jalur Cangar Mojokerto–Batu. Polisi menduga pelaku dengan sengaja melakukan mutilasi sadis hingga menewaskan korban. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus ADTT
Pria di Sigi Tewas Diterkam Ular Piton 5 Meter, Tubuh Korban Sempat Ditelan
Tujuh Spesialis Bobol Minimarket di Pandeglang Ditangkap, Kerugian Rp110 Juta
Kerusuhan Pekerja Tambang Nikel Kolaka, Dua TKA China Diamankan Polisi
Hari Keempat Longsor Cisarua, 8 Jenazah Ditemukan, Total 47 Korban
Mantan Pemain PSM Makassar U-21 Dibekuk Polisi, Jual Motor Rental untuk Bayar Utang
Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat, 27 Korban Tewas Teridentifikasi dari 47 Body Pack
Cemburu Buta, Suami di Malang Bacok Istri Pakai Parang hingga Luka Parah

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:57 WIB

Polri Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus ADTT

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:06 WIB

Pria di Sigi Tewas Diterkam Ular Piton 5 Meter, Tubuh Korban Sempat Ditelan

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:20 WIB

Tujuh Spesialis Bobol Minimarket di Pandeglang Ditangkap, Kerugian Rp110 Juta

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:46 WIB

Kerusuhan Pekerja Tambang Nikel Kolaka, Dua TKA China Diamankan Polisi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:32 WIB

Hari Keempat Longsor Cisarua, 8 Jenazah Ditemukan, Total 47 Korban

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB