Mobil Xenia Angkut 9,4 Kg Ganja Digerebek Polisi di Parkiran RS UKI – Tiga Pria Dicokok

Senin, 9 Februari 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menyita 9,4 kg ganja dari mobil tersangka di parkiran RS UKI. (Posnews/Ist)

Polisi menyita 9,4 kg ganja dari mobil tersangka di parkiran RS UKI. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya kembali membongkar peredaran narkoba di Ibu Kota. Polisi menggerebek transaksi ganja di parkiran RS UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita ganja seberat 9.465 gram dan menangkap tiga pria.

Penggerebekan berlangsung pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Aksi ini bermula saat warga melaporkan dugaan peredaran ganja di kawasan Cawang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya segera melakukan penyelidikan.

Tak lama kemudian, petugas melihat satu unit mobil Daihatsu Xenia memasuki area parkir RS UKI. Polisi yang telah bersiaga langsung mengepung kendaraan itu dan mengamankan seluruh penumpangnya.

Baca Juga :  Tak Ada Unsur Pidana, Polda Metro Tutup Kasus Arya Daru - Bukti Kriminal Nihil

Dalam penggeledahan, polisi mengamankan tiga pria berinisial A, S, dan B. Petugas menemukan paket-paket ganja yang dikemas rapi di dalam mobil.

Barang bukti utama berupa tiga paket besar ganja yang dibalut lakban cokelat, disertai sejumlah bungkusan kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain narkotika, polisi menyita empat unit ponsel serta mobil yang digunakan para pelaku. Petugas kemudian membawa seluruh barang bukti ke Mapolda Metro Jaya.

Baca Juga :  Pertemuan di Paris: Macron Pasang Badan untuk Greenland

Kanit Unit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Rian Faozi, membenarkan penangkapan tersebut.

“Petugas mengamankan tiga orang di halaman parkir RS UKI Jakarta Timur. Barang bukti yang kami sita berupa ganja seberat 9.465 gram,” ujarnya.

Saat ini, penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memeriksa intensif ketiga tersangka. Polisi terus mendalami asal-usul ganja sekaligus memburu jaringan pemasok yang diduga terlibat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB