8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Buru Dua Bandar Besar Jaringan Vape Etomidate. (Posnews/Ist)

Polisi Buru Dua Bandar Besar Jaringan Vape Etomidate. (Posnews/Ist)

SUMUT, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali membongkar jaringan peredaran narkotika yang menyasar generasi muda melalui vape mengandung etomidate.

Dalam operasi yang berlangsung di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), petugas menyita 112 unit vape merek Batman yang diduga mengandung narkotika Golongan I serta menangkap delapan tersangka dari jaringan distribusi Medan–Jakarta.

Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan tertanggal 20 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC kemudian mengembangkan kasus hingga membongkar jaringan pemasok, kurir, bandar, dan penghubung.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan tersebut menjadi bukti komitmen Polri memutus peredaran narkotika dengan berbagai modus baru yang menyasar masyarakat, terutama kalangan muda.

Kurir Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Jakarta

Kasus ini terungkap pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 18.39 WIB ketika tim berada di area check-in Bandara Internasional Kualanamu.

Petugas melihat seorang penumpang berusaha melarikan diri setelah koper yang dibawanya diperiksa petugas Aviation Security (Avsec). Tim kemudian membantu melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku.

Baca Juga :  Jaksa Agung Kirim Nama Pengganti Febrie Adriansyah ke Presiden

Saat koper diperiksa, petugas menemukan 112 vape merek Batman yang diduga mengandung etomidate.

Barang tersebut disembunyikan di dalam kotak styrofoam berisi kopi durian dan es batu untuk mengelabui pemeriksaan.

Polisi kemudian menangkap Samuel Roynald Siahaan yang diduga berperan sebagai kurir.

Jaringan Bandar Berhasil Diungkap

Dari hasil pemeriksaan Samuel, penyidik mengembangkan kasus dan menangkap Willy Raja Pande Turnip, yang diduga membantu mengantar barang ke bandara.

Pengembangan berlanjut hingga polisi menangkap Deddy Pratama Putra, yang diduga berperan sebagai bandar.

Selanjutnya, penyidik menangkap pasangan suami istri Widya Siregar dan Safrizal yang diduga memasok vape etomidate kepada Deddy.

Polisi mengungkap, saat ditangkap Widya tengah hamil enam bulan, namun diduga tetap menjalankan bisnis narkotika.

Tim kemudian mengamankan Wiwin Pradina, yang diduga membantu transaksi keuangan jaringan tersebut, serta menangkap Akbar Bodamer dan Muhammad Yudhi yang diduga berperan sebagai penghubung distribusi.

Secara keseluruhan, polisi telah menangkap delapan tersangka dalam perkara ini.

Polisi Kejar Dua Pengendali Jaringan

Penyidikan mengungkap masih ada dua orang yang diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut, yakni M. Teddy Hamdani dan Ahmad.

Keduanya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan saat ini masih diburu Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Baca Juga :  Gaji Ribuan Guru P3K di Banten Tertunda, Pemprov Janji Bayar Bulan Ini

Selain memburu para buronan, penyidik juga menelusuri aliran dana, jalur distribusi, serta jaringan pemasok vape etomidate yang diduga beroperasi lintas daerah.

Sita Vape, Ekstasi hingga Alat Isap Sabu

Dalam penggerebekan di sejumlah lokasi di Medan dan Deli Serdang, polisi turut menyita berbagai barang bukti, antara lain:

  • 112 vape merek Batman diduga mengandung etomidate.
  • Sejumlah vape merek Ice, Thugs, dan Ghost.
  • Puluhan butir tablet diduga ekstasi dan H-5.
  • Satu set alat isap sabu.
  • Dua timbangan digital.
  • Delapan telepon seluler.
  • Dokumen transaksi serta rekening yang diduga terkait peredaran narkotika.

Seluruh barang bukti telah disita dan akan menjalani pemeriksaan laboratorium forensik guna memastikan kandungan zat narkotikanya.

Modus Baru Peredaran Narkotika

Bareskrim Polri menilai penggunaan vape sebagai media penyelundupan narkotika menjadi salah satu modus baru yang terus berkembang.

Karena itu, kepolisian memperkuat pengawasan di bandara, pelabuhan, dan jalur distribusi lainnya guna mencegah peredaran narkotika dengan berbagai cara penyamaran.

Polri juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan generasi muda, agar tidak mudah tergiur menggunakan vape tanpa mengetahui asal-usul maupun kandungannya.

Masyarakat diminta segera melaporkan dugaan penyalahgunaan narkotika kepada kepolisian atau Badan Narkotika Nasional (BNN) agar dapat segera ditindaklanjuti. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Kekerasan OPM/KKB di Yahukimo Mengerikan, 3 Warga Sipil Tewas
Tragedi Ledakan Rumah Medan: Korban Terakhir Ditemukan, 3 Orang Tewas
Brigpol Fredi Lukas Awes Tewas Diserang OTK di Yahukimo, Pelaku Diburu
Emas Rp90 Juta Dicuri, Pasutri di Ubud Gunakan Uangnya Operasi Plastik
Detik-Detik Ledakan Gas Runtuhkan Bangunan di Medan, 1 Tewas 2 Tertimbun
Kronologi Pengusaha Jakarta Tembak Sekuriti dan WNA di Bar Canggu Bali
Kebakaran Kandang Ayam di Tulungagung, 3.100 Ekor Mati Terpanggang
Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, 18 Orang Masih Dicari Tim SAR

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:05 WIB

Aksi Kekerasan OPM/KKB di Yahukimo Mengerikan, 3 Warga Sipil Tewas

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Ledakan Rumah Medan: Korban Terakhir Ditemukan, 3 Orang Tewas

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:26 WIB

Brigpol Fredi Lukas Awes Tewas Diserang OTK di Yahukimo, Pelaku Diburu

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:27 WIB

Emas Rp90 Juta Dicuri, Pasutri di Ubud Gunakan Uangnya Operasi Plastik

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:20 WIB

Detik-Detik Ledakan Gas Runtuhkan Bangunan di Medan, 1 Tewas 2 Tertimbun

Berita Terbaru