MotoGP Mandalika 2025, Indonesia Gelar Pesta Juara Dunia untuk Marc Marquez

Selasa, 30 September 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marc Marquez bakal disambut meriah di Mandalika setelah juara dunia MotoGP 2025. Dok: MotoGP

Marc Marquez bakal disambut meriah di Mandalika setelah juara dunia MotoGP 2025. Dok: MotoGP

MANDALIKA, POSNEWS.CO.ID – Ajang MotoGP Mandalika 2025 dipastikan makin heboh. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan Indonesia akan menggelar selebrasi khusus untuk Marc Marquez yang baru saja mengunci gelar juara dunia.

Tak hanya itu, parade pembalap juga bakal digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jadi, bisa dibilang Mandalika tahun ini bukan sekadar balapan, melainkan juga pesta juara dunia untuk Marquez.

Marquez Juara Dunia MotoGP 2025

Marc Marquez memastikan gelar juara usai finis podium dua di Twin Ring Motegi, Jepang, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga :  PPATK Ungkap Aliran Dana SDA di Sumatera Rp36 Triliun, Dugaan Kejahatan Rp11 Triliun

Tambahan poin itu membuat rider 32 tahun ini mengoleksi 541 poin, unggul 201 angka dari adiknya, Alex Marquez, yang membela Gresini Ducati.

Dengan status juara dunia, Marquez datang ke Mandalika (3–5 Oktober 2025) dengan percaya diri penuh.

“Pastinya ada selebrasi, ini momen luar biasa karena Marc Marquez datang sebagai world champion,” ujar Maya Watono kepada wartawan, Senin (29/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parade Meriah di Lombok

Baca Juga :  Polri Bongkar Lab Rahasia Vape Bius di Medan, Pelaku Jaringan Malaysia-Indonesia

Selain jamuan khusus, InJourney menyiapkan parade pembalap spektakuler di Lombok. Maya yakin pesta itu bakal menyedot ribuan penonton.

“Kami akan menerima Marquez di Jakarta, lalu di Lombok ada riders parade luar biasa. Antusiasme masyarakat pasti tinggi,” kata Maya.

Maya juga menyinggung nasib berbeda Marquez di Mandalika.

“Kalau dulu dia sering jatuh di Mandalika, kali ini dia datang sebagai juara dunia. Kami bangga bisa menyambutnya. Masyarakat Lombok sudah sangat excited bertemu Marquez,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apakah Kecerdasan Buatan Bisa Memiliki Tanggung Jawab Moral?
Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?
Antroposen dan Kematian Alam: Menggugat Posisi Manusia
Kasus Iklan Bank BJB, Penyidikan KPK Dalami Dokumen Keuangan dan Sorot Ridwan Kamil
Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Berangkat 22 April, Persiapan 100 Persen Rampung
Bandar Narkoba Kakap “The Doctor” Dicokok di Malaysia, Buang HP demi Hapus Jejak
Kadiv Humas Polri Pastikan Seleksi Akpol Bersih, Transparan, dan Tanpa Jalur Khusus
Lapas Indonesia Nyaris Kolaps, 278 Ribu Penghuni Berdesakan di Kapasitas 146 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:38 WIB

Apakah Kecerdasan Buatan Bisa Memiliki Tanggung Jawab Moral?

Selasa, 7 April 2026 - 21:00 WIB

Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?

Selasa, 7 April 2026 - 20:30 WIB

Antroposen dan Kematian Alam: Menggugat Posisi Manusia

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Kasus Iklan Bank BJB, Penyidikan KPK Dalami Dokumen Keuangan dan Sorot Ridwan Kamil

Selasa, 7 April 2026 - 19:43 WIB

Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Berangkat 22 April, Persiapan 100 Persen Rampung

Berita Terbaru

Ilustrasi, Hakim di balik baris kode. Saat algoritma mulai mengambil keputusan hidup dan mati, dunia filsafat tahun 2026 berpacu mendefinisikan siapa yang memegang tanggung jawab moral: pencipta, pengguna, atau mesin itu sendiri? Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Apakah Kecerdasan Buatan Bisa Memiliki Tanggung Jawab Moral?

Selasa, 7 Apr 2026 - 21:38 WIB

Penjara tanpa dinding. Filsuf Byung-Chul Han mengungkap bagaimana ambisi untuk selalu produktif telah mengubah manusia modern menjadi tuan sekaligus budak bagi dirinya sendiri, memicu pandemi kelelahan mental di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?

Selasa, 7 Apr 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi, Bumi bukan milik kita sendiri. Di tengah krisis iklim yang kian ekstrem, perspektif Post-Humanisme mengajak kita menanggalkan kesombongan sebagai

INTERNASIONAL

Antroposen dan Kematian Alam: Menggugat Posisi Manusia

Selasa, 7 Apr 2026 - 20:30 WIB