MUI Tetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan, PBB dan Pajak Kebutuhan Pokok Tidak Sah Menurut Syariat

Minggu, 23 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MUI Bidang Fatwa Prof Asrorun Niam Sholeh menyampaikan Fatwa Pajak Berkeadilan dalam Munas MUI XI 2025. (Posnews/Ist)

Ketua MUI Bidang Fatwa Prof Asrorun Niam Sholeh menyampaikan Fatwa Pajak Berkeadilan dalam Munas MUI XI 2025. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Merespon keresahan masyarakat terkait lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan kebijakan pajak yang dinilai tidak adil, Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan dalam Munas MUI yang digelar pada 20–23 November 2025.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa fatwa tersebut menjadi pedoman hukum Islam untuk mengembalikan prinsip keadilan dalam perpajakan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fatwa ini lahir karena kenaikan PBB yang dinilai tidak adil dan meresahkan masyarakat. Kami berharap ini jadi solusi perbaikan regulasi,” ujar Niam, Minggu (23/11/2025).

MUI Tegaskan Pajak Tak Boleh Bebani Kebutuhan Pokok

Menurut Niam, pajak hanya boleh dikenakan kepada harta yang produktif serta kebutuhan sekunder dan tersier. Karena itu, pungutan pajak terhadap kebutuhan dasar—seperti sembako, rumah tinggal, dan tanah hunian—dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan.

“Pemerintah tidak boleh memungut pajak atas kebutuhan pokok. Jika sembako dan rumah hunian dipajaki, hal itu jelas melanggar prinsip keadilan,” tegasnya.

Niam juga mengingatkan bahwa pajak secara syariat hanya sah dikenakan kepada masyarakat yang memiliki kemampuan finansial.

Baca Juga :  Hari Ibu 2025, Puan Maharani Ajak Perempuan Jaga Lingkungan Demi Masa Depan Bangsa

Selain itu, ia mencontohkan batas minimal kemampuan finansial dengan menetapkannya setara nishab zakat mal sebesar 85 gram emas, sehingga nilai tersebut bisa menjadi acuan batas tidak kena pajak (PTKP).

Selain itu, Munas MUI XI tidak hanya menetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan, tetapi juga mengesahkan empat fatwa penting lainnya, yaitu:

  • Fatwa tentang Kedudukan Rekening Dormant
  • Fatwa tentang Pengelolaan Sampah di Sungai, Danau, dan Laut
  • Fatwa tentang Saldo Uang Elektronik yang Hilang atau Rusak
  • Fatwa tentang Manfaat Produk Asuransi Kematian pada Asuransi Jiwa Syariah

Fatwa-fatwa ini disebut sebagai respon atas problem keummatan yang semakin kompleks di era digital dan urban modern.

Pokok Hukum dalam Fatwa Pajak Berkeadilan MUI

Dalam fatwa tersebut, MUI menetapkan sejumlah ketentuan utama:

1. Negara Wajib Mengelola Kekayaan untuk Rakyat 

Negara memungut pajak ketika kekayaan negara tidak cukup untuk membiayai kebutuhan publik.

2. Pemerintah hanya boleh memungut pajak yang memenuhi syarat syariat:

  • Hanya dikenakan kepada warga yang mampu secara finansial

(setara nishab zakat 85 gram emas)

  • Hanya untuk harta produktif atau kebutuhan sekunder–tersier
  • Harus digunakan untuk kepentingan umum
  • Penetapan pajak wajib berlandaskan keadilan
  • Pengelolaan pajak harus amanah dan transparan
Baca Juga :  AS Sita Tanker Raksasa Venezuela, Maduro Siap Hancurkan Gigi Imperium

3. Pajak adalah Amanah Publik

Pajak dianggap milik rakyat yang dikelola pemerintah. Karena itu, pemerintah wajib mengelola pajak secara jujur, profesional, dan akuntabel.

4. Barang Primer Tak Boleh Kena Pajak Ganda

Sembako dan kebutuhan dasar lainnya dilarang dikenai pajak, termasuk rumah/bangunan yang dihuni.

5. Pemungutan Pajak Tak Adil Hukumnya Haram

Poin ini menjadi sorotan publik karena menegaskan larangan pemungutan pajak yang tidak berkeadilan.

6. Zakat Jadi Pengurang Pajak

Zakat yang telah dibayarkan umat Islam bisa menjadi pengurang kewajiban pajak.

Rekomendasi MUI untuk Pemerintah dan DPR

MUI juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis:

  • Beban pajak harus disesuaikan dengan kemampuan wajib pajak (ability to pay)
  • Pemerintah wajib memberantas mafia pajak
  • Pemerintah dan DPR diminta meninjau ulang sejumlah peraturan perpajakan yang tidak berkeadilan
  • Pemda diminta mengevaluasi aturan PBB, PPN, PPh, PKB, hingga pajak waris
  • Pemerintah wajib mengelola pajak secara amanah
  • Masyarakat wajib menaati pajak jika digunakan untuk kemaslahatan umum (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:40 WIB

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Minggu, 1 November 2026 - 15:31 WIB

Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump membahas potensi kesepakatan perdagangan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:21 WIB

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB