Pandawa Nasi Bungkus Guncang Sydney, Aroma Daun Pisang Nusantara Pikat Lidah Dunia

Senin, 10 November 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Restoran Pandawa Nasi Bungkus di Sydney menghadirkan aroma daun pisang khas Nusantara dan kelezatan nasi bungkus autentik Indonesia. (Posnews/Ist)

Restoran Pandawa Nasi Bungkus di Sydney menghadirkan aroma daun pisang khas Nusantara dan kelezatan nasi bungkus autentik Indonesia. (Posnews/Ist)

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID — Mak nyos, itu-lah aroma harum daun pisang kini menggoda indera penciuman dunia termasuk warga Sydney.

Restoran Pandawa Nasi Bungkus sukses mengguncang jantung kota dengan kelezatan nasi bungkus autentik khas Indonesia.

Restoran yang digagas tiga pengusaha asal Indonesia — Antonius Auwyang, Sugiarto Wijono, dan Lily Tenacious Wijonohadir membawa misi besar: menjadikan nasi bungkus sebagai ikon kuliner nasional di dunia internasional.

“Kami ingin nasi bungkus dikenal seperti sushi dari Jepang atau pad thai dari Thailand. Saat orang mendengar ‘Indonesia’, mereka langsung ingat nasi bungkus,” ujar Antonius penuh semangat.

Ekspansi Kuliner Indonesia ke Jantung Kota Sydney

Berlokasi strategis di kawasan Sydney Central Business District (CBD), restoran ini mulai beroperasi pada 29 Mei 2023 dan diresmikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Australia. Langkah ini menjadi gebrakan baru dalam diplomasi kuliner Indonesia di Negeri Kanguru.

Menu yang dihidangkan pun tak main-main. Mulai dari ikan bakar, nasi kapau, nasi goreng, hingga gado-gado, semuanya diracik dengan cita rasa khas Nusantara. Namun, nasi bungkus tetap menjadi primadona karena keunikan penyajian dan aroma daun pisangnya yang menggoda.

Baca Juga :  Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 2,7 Kg Sabu ke Jakarta, 2 Kurir Dicokok di Deliserdang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daun pisang kami datangkan langsung dari Indonesia. Saat bungkusnya dibuka, aroma khasnya langsung menyeruak. Dari situlah sensasi autentik Indonesia terasa,” tambah Antonius.

Begitu melangkah ke dalam Pandawa Nasi Bungkus, pengunjung langsung disambut suasana khas Indonesia. Ornamen bambu, wayang kulit, hingga alunan lagu-lagu tanah air menciptakan nuansa seolah makan di kampung halaman.

Tak hanya warga Indonesia, restoran ini juga memikat pengunjung dari India, Malaysia, Tiongkok, hingga warga lokal Australia. Bahkan, restoran ini menjadi favorit kalangan muslim Australia karena sudah mengantongi sertifikat halal resmi dari Islamic Organization Sydney.

“Kami ingin semua orang bisa menikmati kuliner Indonesia. Semua daging kami potong manual dengan tangan agar sesuai standar halal Australia,” jelas Antonius.

Pandawa Nasi Bungkus tidak hanya menjual kuliner, tetapi juga mempromosikan produk Indonesia seperti teh kemasan dan air mineral Mayora yang diimpor langsung lewat Sony Trading, perusahaan milik Antonius.

Baca Juga :  Dua Sekolah Mewah Diteror Bom Lewat WhatsApp, Hasilnya Mengejutkan

“Kami tidak hanya menjual rasa, tapi juga merek dan budaya Indonesia,” tegasnya.

Salah satu warga Australia mengaku kagum.

Makanan di sini enak sekali! Rasanya mengingatkan saya pada perjalanan ke Indonesia,” ujarnya sambil tersenyum.

Didukung Program S’RASA, Promosi Rasa Nusantara ke Dunia

Restoran ini juga menjadi satu dari delapan restoran terpilih dalam Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) yang diluncurkan di Sarinah, Jakarta, pada 28 Agustus 2025. Program ini digagas oleh enam kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, Kemenparekraf, dan Kemenlu.

Antonius menyebut dukungan pemerintah lewat program S’RASA menjadi suntikan semangat bagi pelaku kuliner diaspora.

“Program ini membuktikan bahwa cita rasa Nusantara punya tempat di hati dunia,” ujarnya bangga.

Kehadiran Pandawa Nasi Bungkus di Sydney membuktikan bahwa kuliner Indonesia mampu bersaing di panggung global. Dukungan pemerintah melalui program S’RASA terus memperkuat misi diplomasi budaya lewat kuliner.

Kini, aroma daun pisang khas Nusantara resmi menebar harum di Australia. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB