TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Parlemen Jepang akan mengadakan pemungutan suara pada Rabu (18/2/2026) untuk memilih pemimpin negara selanjutnya. Perdana Menteri petahana, Sanae Takaichi, kemungkinan besar memenangkan pemilihan tersebut dengan mudah.
Keputusan kabinet pada Jumat pagi menetapkan jadwal sidang khusus parlemen (Diet) ini selama 150 hari. Langkah ini mengikuti keberhasilan partai berkuasa, LDP, mencetak kemenangan telak dalam pemilu Majelis Rendah baru-baru ini.
Peluncuran Kabinet Kedua dan Konsistensi Tim
Sanae Takaichi berencana untuk segera meluncurkan kabinet keduanya setelah pemungutan suara berakhir. Sumber senior administrasi menyebutkan bahwa Takaichi berniat mempertahankan seluruh anggota kabinet sebelumnya.
Ia pertama kali menunjuk tim tersebut saat menjabat sebagai perdana menteri pada Oktober tahun lalu. Dengan mempertahankan susunan yang sama, Takaichi ingin menjaga stabilitas pemerintahan di tengah transisi kebijakan yang cepat. Sidang khusus ini akan berakhir pada 17 Juli mendatang, mengikuti durasi sesi reguler parlemen yang bubar pada awal tahun ini untuk pemilu.
Fokus Prioritas: Anggaran Fiskal 2026
Agenda utama pada tahap awal sidang ini adalah pengesahan anggaran dasar untuk tahun fiskal 2026. Pemerintah awalnya menargetkan penyelesaian anggaran tersebut pada akhir Maret sebelum tahun fiskal dimulai pada bulan April.
Namun, pengumuman pemilu sela mengganggu jadwal pembahasan tersebut. Takaichi dan tiga menteri senior lainnya akan menyampaikan pidato penting pada Jumat pekan depan. Melalui pidato tersebut, pemerintah akan memaparkan visi ekonomi dan prioritas belanja negara guna menstimulasi pertumbuhan domestik yang berkelanjutan.
Kekuatan Koalisi dan Tantangan Politik
Hasil pemilu terakhir secara drastis memperkuat posisi Takaichi di Majelis Rendah. Koalisi LDP dan mitra juniornya, Partai Inovasi Jepang (JIP), berhasil mengamankan 352 kursi. Angka ini mencakup lebih dari dua pertiga total kursi di kamar yang paling kuat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, Takaichi tetap menunjukkan sikap rendah hati terhadap pihak lawan. Ia menegaskan keinginan pemerintah untuk terus menjalin kerja sama dengan partai-partai oposisi. Pasalnya, koalisi berkuasa saat ini masih memegang posisi minoritas di Majelis Tinggi yang memiliki 248 kursi. Keseimbangan kekuasaan ini menuntut kemampuan diplomasi Takaichi untuk meloloskan undang-undang tanpa hambatan berarti dari blok oposisi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















