Kado Natal Trump untuk Gaza? AS Siapkan Fase 2: Pelucutan Senjata Hamas dan Pemerintahan Baru

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS berpacu dengan waktu! Trump bersiap umumkan Fase 2 damai Gaza sebelum Natal. Fokus pada pelucutan senjata Hamas dan pembentukan

AS berpacu dengan waktu! Trump bersiap umumkan Fase 2 damai Gaza sebelum Natal. Fokus pada pelucutan senjata Hamas dan pembentukan "Board of Peace". Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih tengah sibuk menyusun strategi besar menjelang akhir tahun. Amerika Serikat (AS) bersiap mengumumkan transisi krusial menuju fase kedua proses perdamaian Gaza.

Sumber pejabat AS dan Barat membocorkan rencana tersebut. Kabarnya, Presiden Donald Trump menargetkan pengumuman resmi sebelum perayaan Natal. Fokus utamanya adalah pelucutan senjata Hamas secara bertahap dan pembentukan struktur pemerintahan baru bagi wilayah kantong tersebut.

Langkah ini diambil karena urgensi situasi di lapangan. Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober, kondisi di Gaza masih sangat rapuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktanya, kekerasan belum berhenti total. Serangan Israel telah menewaskan 366 warga Palestina, sementara serangan Hamas menewaskan beberapa tentara Israel selama masa jeda ini. Oleh karena itu, analis menilai Washington ingin segera masuk ke Fase 2 demi mencegah kembalinya perang skala penuh.

“Board of Peace” dan Pasukan Internasional

Apa isi Fase 2 tersebut? Rencananya mencakup penarikan lebih lanjut pasukan Israel dan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Selain itu, akan dibentuk badan pemerintahan transisi yang bernama “Board of Peace” (Dewan Perdamaian).

Baca Juga :  Dewa United Banten Ukir Sejarah, Raih Gelar Juara IBL 2025 untuk Pertama Kalinya

Dewan Keamanan PBB baru saja memberikan lampu hijau untuk kedua struktur ini. Menurut laporan Axios, pejabat AS sedang mengebut finalisasi rencana tersebut agar siap luncur dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Badan pemerintahan baru ini diperkirakan akan diisi oleh sekitar 10 pemimpin dari negara-negara Arab dan Barat. Nantinya, mereka akan bekerja di bawah kerangka kerja yang diawasi langsung oleh Amerika Serikat.

Hamas: Senjata Hilang Jika Pendudukan Hilar

Negosiasi alot sedang berlangsung di belakang layar antara AS, Qatar, Mesir, dan Turki dengan pihak Hamas. Intinya, Hamas diminta mundur dari pemerintahan Gaza dan memulai proses pelucutan senjata.

Proposal tersebut mengatur skema bertahap. Hamas harus menyerahkan senjata berat terlebih dahulu, baru kemudian melucuti senjata ringan.

Khalil al-Hayya, kepala Hamas di Gaza, memberikan respons bersyarat pada Sabtu lalu. Ia menegaskan kelompoknya hanya akan meletakkan senjata jika pendudukan Israel berakhir sepenuhnya.

Baca Juga :  Sains Bertahan di Gurun: Eksperimen Edward Adolph

“Senjata kami terkait dengan keberadaan pendudukan dan agresi. Jika pendudukan berakhir, senjata ini akan diserahkan kepada negara,” janjinya dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Penolakan Perwalian Asing

Di sisi lain, suara penolakan terdengar keras dari pemimpin Hamas di luar negeri, Khaled Mashal. Ia menentang segala bentuk perwalian atau trusteeship internasional atas Gaza.

Mashal menuduh Israel menggunakan taktik perundungan (bullying) untuk memaksa kawasan tunduk. Baginya, rakyat Palestina harus memerintah wilayah mereka sendiri tanpa campur tangan asing.

“Kami tidak menerima segala bentuk perwalian atas Gaza,” tegas Mashal.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani membunyikan alarm bahaya di Forum Doha. Ia memperingatkan bahwa gencatan senjata telah mencapai “momen kritis”.

Tanpa kemajuan segera menuju perjanjian permanen, kesepakatan yang ada berisiko runtuh total. Maka, pengumuman Trump sebelum Natal nanti akan menjadi pertaruhan besar bagi masa depan perdamaian di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB