Penampakan Bonnie Blue dan 3 Rekan Saat Dideportasi dari Bali, Melanggar Izin Keimigrasian

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Ngurah Rai, tempat deportasi Bonnie Blue. (Posnews/Imigrasi Bali)

Bandara Ngurah Rai, tempat deportasi Bonnie Blue. (Posnews/Imigrasi Bali)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Badung, Bali, mendeportasi bintang porno Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, beserta tiga rekannya karena melanggar izin keimigrasian dan aturan lalu lintas.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, menegaskan, “Kami menindak tegas keempat WNA ini,” Sabtu (13/12/2025).

Bonnie Blue (26) diterbangkan ke Inggris melalui Bandara Internasional Ngurah Rai pada Sabtu dinihari pukul 00.30 WITA, bersama tiga pria: LAJ (27) dan INL (24) asal Inggris, serta JJT (26) asal Australia.

Baca Juga :  Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keempat WNA itu menjalani sidang tindak pidana ringan di PN Denpasar pada Jumat (12/12/2025). JJT dan INL diusir karena melanggar izin keimigrasian, sementara Bonnie Blue dan LAJ dikenai denda lalu lintas dan pelanggaran izin tinggal.

Mereka melanggar aturan karena memproduksi konten komersial menggunakan visa wisata sejak tiba di Bali 6 November 2025. Bonnie Blue dan LAJ juga melanggar Pasal 303 Juncto Pasal 137 UU Lalu Lintas.

Hakim PN Denpasar menilai kendaraan bak terbuka biru bertuliskanGangbustidak sesuai fungsi, sehingga TEB didenda Rp200 ribu.

Baca Juga :  Istana Ingatkan Pejabat Publik: Gunakan Sirine di Jalan Jangan Berlebihan

Polres Badung menemukan video sensual di ponsel Bonnie Blue, tapi bersifat pribadi dan tidak melanggar UU Pornografi maupun UU ITE. Penggerebekan 4 Desember menyita pelumas, 12 kondom, dan dua pil viagra.

Imigrasi mendeportasi dan memasukkan keempat WNA ke daftar hitam, sementara 16 WNA lain dilepas sebagai saksi.

“pf0”>Sebelumnya, polisi menangkap Bonnie Blue yang diduga memproduksi video asusila bersama 18 WNA lain di Bali. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB