Perancis Siaga Perang: Stok Drone Peledak Naik 400% untuk Hadapi Agresi Rusia

Jumat, 10 April 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Perancis mengambil langkah drastis untuk memperkuat otot militernya dalam lima tahun ke depan. Otoritas Paris secara resmi mengumumkan rencana peningkatan stok drone peledak secara besar-besaran guna mengantisipasi ancaman keamanan dari Rusia.

Dalam konteks ini, draf undang-undang terbaru menunjukkan keinginan Perancis untuk mempercepat remiliterisasi nasional. Oleh karena itu, penambahan anggaran ini bertujuan memastikan kesiapan pasukan dalam menghadapi potensi konfrontasi fisik di masa depan.

Anggaran Militer 76 Miliar Euro pada 2030

Pemerintah menambahkan dana sebesar 36 miliar Euro ($42 miliar) ke dalam anggaran pertahanan periode 2024–2030. Penambahan ini melengkapi alokasi awal sebesar 413 miliar Euro yang telah pemerintah tetapkan sebelumnya. Akibatnya, anggaran tahunan militer Perancis akan mencapai 76,3 miliar Euro pada tahun 2030.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut merepresentasikan sekitar 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Menteri Pertahanan Catherine Vautrin menekankan bahwa angkatan bersenjata harus mampu merespons keterlibatan besar dalam konflik global. “Kita harus siap menghadapi situasi yang tidak dapat diprediksi oleh siapa pun saat ini,” ujar Vautrin setelah pertemuan keamanan tingkat tinggi.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bongkar Sindikat LPG Oplosan, Amankan 2.301 Tabung Gas Ilegal

Prioritas Persenjataan: Drone, Rudal, dan Torpedo

Konflik di Ukraina dan Timur Tengah memicu fokus baru terhadap stok amunisi kritis. Oleh sebab itu, pemerintah Perancis mengalokasikan tambahan 8,5 miliar Euro khusus guna memperkuat cadangan amunisi nasional. Total investasi pada sektor ini akan mencapai 26 miliar Euro hingga tahun 2030 mendatang.

Meskipun detail jumlah stok bersifat rahasia, draf hukum menetapkan target kenaikan yang signifikan:

  • Drone Peledak: Meningkat sebesar 400 persen.
  • Rudal Jelajah Scalp: Meningkat sebesar 85 persen.
  • Torpedo: Meningkat sebesar 230 persen.
  • Rudal Darat-ke-Udara: Meningkat sebesar 30 persen.

Pemerintah juga mengalokasikan tambahan dua miliar Euro untuk pengadaan berbagai jenis drone lainnya. Sebagai hasilnya, total investasi di sektor teknologi drone kini menyentuh angka 8,4 miliar Euro.

Tantangan Kapasitas Produksi Eropa

Meskipun demikian, rencana ambisius ini menghadapi tantangan logistik yang nyata di tingkat regional. Komandan NATO memperingatkan bahwa blok militer harus merespons produksi massal drone oleh Rusia dan Iran secara efektif. Terlebih lagi, lembaga pemikir French Institute of International Relations (IFRI) memberikan catatan kritis mengenai kesiapan industri.

Baca Juga :  Doktrin Perang Abadi: Israel Bangun Zona Penyangga di Lebanon, Gaza, dan Suriah

Dalam hal ini, Eropa kemungkinan besar akan kesulitan memproduksi senjata dalam jumlah cukup dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, Perancis mendesak adanya percepatan manufaktur di seluruh negara anggota NATO. Secara simultan, kedaulatan industri pertahanan menjadi isu kunci guna memastikan pasokan senjata tidak terhenti saat terjadi konfrontasi langsung dengan Moskow.

Kesimpulan: Menuju Kemandirian Pertahanan Nasional

Undang-undang baru ini tidak akan mengubah jumlah personel aktif yang tetap bertahan di angka 210.000 prajurit. Tetapi, kebijakan ini fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas daya pukul militer.

Pada akhirnya, keberhasilan rencana ini bergantung pada stabilitas ekonomi nasional dalam membiayai pengadaan teknologi tempur canggih tersebut. Di tahun 2026, Perancis berupaya membuktikan bahwa mereka siap menjadi pemimpin pertahanan Eropa yang tangguh di hadapan ancaman geopolitik yang kian agresif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Air PAM Jaya Terganggu 5-6 Juni, 45 Kelurahan Diminta Siapkan Cadangan
Fortuner Hantam Dua Motor di Kemang Bogor, Satu Pengendara Tewas di Tempat
Aliansi: Donald Trump Konfirmasi Hadiri KTT NATO di Turki
KPK Jerat Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi, Sita Dolar AS hingga Dolar Singapura
Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina
Roket Hezbollah dan Serangan Udara Israel Kembali Guncang
Menkeu AS Scott Bessent Bungkam Soal Imunitas Audit Pajak
Bayar Pajak Kendaraan Bekas Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Ini Syaratnya

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:51 WIB

Pasokan Air PAM Jaya Terganggu 5-6 Juni, 45 Kelurahan Diminta Siapkan Cadangan

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:30 WIB

Fortuner Hantam Dua Motor di Kemang Bogor, Satu Pengendara Tewas di Tempat

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:57 WIB

Aliansi: Donald Trump Konfirmasi Hadiri KTT NATO di Turki

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:04 WIB

KPK Jerat Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi, Sita Dolar AS hingga Dolar Singapura

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:51 WIB

Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina

Berita Terbaru

Ilustrasi, Redakan kecemasan sekutu. Presiden Donald Trump terkonfirmasi akan menghadiri KTT NATO di Turki pada bulan Juli, meskipun ketegangan terkait perang Iran masih membayangi aliansi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aliansi: Donald Trump Konfirmasi Hadiri KTT NATO di Turki

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:57 WIB

Kebuntuan di garis depan. Militer Rusia meluncurkan serangan udara masif ke kota-kota Ukraina guna menutupi perlambatan drastis gerak maju pasukan darat mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:51 WIB