PM Takaichi Desak Presiden Iran Jamin Keamanan Pelayaran Global di Selat Hormuz

Kamis, 9 April 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang bergerak cepat untuk mengamankan kepentingan energi nasionalnya di tengah jeda pertempuran Timur Tengah. PM Sanae Takaichi melakukan dialog langsung pertama kalinya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian guna membahas normalisasi jalur pelayaran global.

Dalam konteks ini, Takaichi menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan aset publik internasional yang sangat krusial bagi logistik dunia. Jepang menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sebagai langkah positif menuju de-eskalasi konflik yang lebih luas di tahun 2026.

Desakan Jalur Aman bagi Seluruh Bangsa

Takaichi mendesak agar jaminan keselamatan navigasi di Selat Hormuz tidak bersifat diskriminatif. Meskipun Iran mulai membuka celah blokade, Takaichi meminta akses tersebut berlaku bagi kapal-kapal dari semua negara tanpa kecuali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menekankan bahwa Selat Hormuz adalah lokasi kunci bagi logistik global,” ujar Takaichi kepada wartawan di Tokyo. Oleh karena itu, Jepang berharap upaya diplomasi saat ini dapat menghasilkan kesepakatan permanen guna menghindari guncangan harga minyak yang lebih parah di masa depan.

Baca Juga :  Harga CPO Global Berpeluang Tembus USD 1.500 per Ton

Posisi Iran: Gencatan Senjata dan Syarat Militer

Respon Teheran datang melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang memberikan rincian teknis mengenai operasional selat. Iran menyatakan bahwa militer mereka akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap wilayah Iran benar-benar berhenti.

Selanjutnya, Araghchi mengonfirmasi bahwa jalur aman akan tersedia selama dua pekan ke depan. Namun, navigasi tersebut harus melalui koordinasi ketat dengan Angkatan Bersenjata Iran serta mempertimbangkan batasan teknis di lapangan. Hal ini mencerminkan keinginan Iran untuk tetap memegang kendali atas kedaulatan maritimnya di tengah tekanan Amerika Serikat dan Israel.

Ketergantungan Energi dan Dilema Diplomatik

Bagi Jepang, krisis di Selat Hormuz merupakan ancaman ekonomi yang nyata. Tokyo bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya. Bahkan, mayoritas pasokan tersebut harus melewati jalur sempit di pantai selatan Iran tersebut.

Baca Juga :  Polsek Koja Ringkus Pelaku Penganiayaan Pasangan Sejoli di Jakarta Utara

Meskipun demikian, pemerintahan Takaichi tetap menempuh jalur diplomatik yang hati-hati. Jepang secara resmi mengecam blokade de facto Iran, namun Tokyo menolak memberikan penilaian hukum terhadap serangan militer AS-Israel ke Iran. Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara aliansi keamanan dengan Washington dan hubungan persahabatan tradisional dengan Teheran.

Isu Jurnalis NHK dan Resolusi Konflik

Selain isu makro, Takaichi memanfaatkan panggilan tersebut guna mengadvokasi warga negaranya. Ia menuntut resolusi cepat bagi kepala biro NHK di Teheran yang sempat ditahan otoritas Iran selama beberapa bulan. Akibatnya, jurnalis tersebut baru saja mendapatkan pembebasan dengan jaminan pada Senin lalu.

Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi Jepang akan sangat bergantung pada stabilitas gencatan senjata yang mediator Pakistan susun. Dengan demikian, dunia kini memantau apakah dialog Takaichi-Pezeshkian mampu memastikan arus energi global kembali normal sebelum tenggat waktu dua pekan berakhir di tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Berita Terbaru

PM Jepang Sanae Takaichi dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat bekerja sama amankan pasokan mineral kritis. Simak detail strategi de-risking kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:32 WIB