Polda Metro Jaya Siagakan 9.498 Personel Amankan Hari Tani Nasional ke-65 di DPR/MPR RI

Rabu, 24 September 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary. Dok: Polri

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary. Dok: Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya menyiagakan 9.498 personel gabungan untuk mengamankan peringatan Hari Tani Nasional ke-65 di kawasan DPR/MPR RI, Rabu (24/9/2025).

Ribuan buruh tani dijadwalkan menyampaikan aspirasi mulai pukul 09.00 WIB.

Brigjen Pol Ade Ary, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyebut pengamanan melibatkan 7.000 anggota Polri, 1.400 personel TNI, dan 600 personel Pemda serta instansi terkait.

“Sejak pagi, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI aman dan terkendali. Kapolda menekankan pengamanan humanis, tertib, dan prosedural,” ujar Ade Ary.

Baca Juga :  Gu Ailing dan Liu Mengting Melaju ke Final Big Air Olimpiade 2026

Ade menegaskan personel tidak membawa senjata api, sementara penggunaan gas air mata hanya sesuai SOP dan izin Kapolda.

“Semua langkah pengamanan berada di bawah kendali komando,” tambahnya.

Polda Metro Jaya juga meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat kepadatan massa. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Petugas siap memberikan pengamanan dan pelayanan bagi peserta aksi maupun warga sekitar lokasi,” ujar Ade.

Baca Juga :  Warkop Tanah Abang Diserang Airsoft Gun, Polisi Kumpulkan Bukti Buru Pelaku Utama

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinasi Sebelum Aksi

Jauh hari sebelumnya, kepolisian berkoordinasi dengan penanggung jawab aksi untuk menyepakati rute, atribut, dan teknis pelaksanaan, sekaligus mencegah pihak yang menyusup.

“Momentum Hari Tani ke-65 mari kita jadikan semangat bersama untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan menjaga Jakarta tetap aman dan tertib,” tutup Ade Ary.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB