Polri dan Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah Serentak, Targetkan Harga Beras Sesuai HET

Kamis, 7 Agustus 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Pangan Murah 2025 Polri dan Bulog distribusi beras. (Dok-Istimewa)

Gerakan Pangan Murah 2025 Polri dan Bulog distribusi beras. (Dok-Istimewa)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID — Menyambut HUT ke-80 RI, Polri dan Perum Bulog bersinergi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak mulai minggu depan. Langkah ini menjawab lonjakan harga beras yang masih melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah.

Dalam rapat koordinasi hari ini, Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya kolaborasi taktis dan pengawasan ketat. “Realisasi distribusi SPHP baru 8.000 ton dari target 1,3 juta ton. Binmas wajib turun tangan, pastikan data stok akurat, distribusi tepat sasaran, dan tidak ada penyelewengan,” ujarnya di Mabes Polri, Kamis (8/8/2025).

Dirut Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan penuh mendukung gerakan ini. “Siapkan 1.514 gudang dengan kapasitas 3,7 juta ton dan skema tunda bayar 7 hari untuk Primkoppol sebagai mitra distribusi,” tegasnya.

Penyaluran beras SPHP melalui dua skema: langsung ke satuan wilayah atau melalui koperasi seperti Primkoppol dan Koperasi Merah Putih, dengan batas pembelian maksimal 10 kg per orang (kecuali wilayah 3T: Maluku dan Papua, yang menggunakan kemasan 50 kg).

Distribusi wajib menggunakan aplikasi Klik SPHP—mengintegrasikan proses pengajuan, pembayaran, hingga pelaporan—guna memastikan harga jual di bawah HET dan data pembeli tercatat.

Baca Juga :  Silmy Karim Diduga Terima Rp100 Juta per Minggu, KPK Bongkar Kode 'Malaikat'

Bhabinkamtibmas Polsek dan Tim Pemantau Gabungan (Polri, Bulog, Pemda, dan Bapanas) akan mengawasi langsung proses penyaluran.

Pengawasan diperkuat melalui pelaporan harian, digitalisasi sistem, serta Hotline 110 dan Klik SPHP bagi masyarakat yang ingin melaporkan penyimpangan.

Deputi I Badan Pangan Nasional menegaskan: “Pastikan beras sampai ke masyarakat, bukan ke pemain besar. Publikasikan capaian GPM sebagai bukti nyata Polri menjaga stabilitas pangan.”

Polri siap menjatuhkan sanksi tegas bagi pelanggar HET dan mitra distribusi tidak resmi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Minggu, 1 November 2026 - 15:31 WIB

Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 13:46 WIB

Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati

Minggu, 1 November 2026 - 06:24 WIB

Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya

Berita Terbaru