Peringatan Keras China di PBB: Cegah Jepang

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing ungkit luka lama Perang Dunia II di markas PBB. Diplomat China desak dunia kawal Jepang agar tidak lupakan sejarah Pengadilan Tokyo. Dok: Istimewa.

Beijing ungkit luka lama Perang Dunia II di markas PBB. Diplomat China desak dunia kawal Jepang agar tidak lupakan sejarah Pengadilan Tokyo. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – China kembali menyuarakan peringatan keras di panggung internasional. Pada hari Senin (20/1), seorang utusan China mendesak komunitas global untuk bersatu mencegah Jepang kembali ke “jalan lama dan jahat militerisme.”

Sun Lei, charge d’affaires Perutusan Tetap China untuk PBB, menyampaikan seruan tersebut dalam sesi pertama Komite Persiapan Konferensi PBB. Pertemuan ini membahas Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan terhadap Kemanusiaan.

Bagi Beijing, kejahatan terhadap kemanusiaan merupakan pelanggaran berat yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Sun mengingatkan bahwa tuduhan ini pertama kali muncul dalam Piagam Pengadilan Militer Internasional di Nuremberg dan Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tuduhan ini mewujudkan hati nurani umat manusia,” tegas Sun.

Baca Juga :  Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Mengenang 80 Tahun Pengadilan Tokyo

Sun Lei menggunakan momen sejarah untuk memperkuat argumennya. Ia menyoroti bahwa tahun ini menandai peringatan 80 tahun dimulainya pekerjaan Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh, atau yang terkenal sebagai “Pengadilan Tokyo” (Tokyo Trials).

Selama Perang Dunia II, militerisme Jepang menimbulkan kekejaman mendalam bagi rakyat China, negara-negara Asia lainnya, dan dunia.

“Pengadilan tersebut secara sistematis mengadili dan mengungkap kejahatan militerisme Jepang dalam merencanakan, mempersiapkan, dan menginvasi China serta negara-negara Asia lainnya,” ujar Sun. Ia juga menekankan peran Jepang dalam memicu Perang Pasifik.

Pengadilan Tokyo menjatuhkan hukuman kepada penjahat perang yang relevan atas tiga kategori kejahatan utama: kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Bukti Sejarah yang Tak Terbantahkan

Di mata diplomat China tersebut, Pengadilan Tokyo berdiri sebagai bukti sejarah yang tak terbantahkan atas kejahatan agresi Jepang. Pengadilan ini juga memelopori perkembangan hukum pidana internasional dan menyuarakan seruan perdamaian untuk mengoreksi kebijakan ekspansionis Jepang.

Baca Juga :  HNPN–SNI Kirim 35 Ton Bantuan ke Sumatera, KKP Kerahkan Kapal ORCA 05

Oleh karena itu, Sun mendesak dunia untuk tidak melupakan sejarah.

“Komunitas internasional harus bersama-sama menjaga hasil kemenangan Perang Dunia II, termasuk Pengadilan Tokyo,” desaknya. “Kita harus menegakkan tatanan internasional berdasarkan hukum internasional dan mencegah Jepang kembali ke jalan lama militerisme yang merusak.”

Relevansi di Tengah Gejolak Global

Peringatan ini bukan tanpa konteks modern. Sun Lei mengaitkan sejarah tersebut dengan situasi internasional saat ini yang penuh dengan perubahan, kekacauan, dan konflik regional yang muncul silih berganti.

Menurutnya, memperkuat pencegahan dan penghukuman kejahatan terhadap kemanusiaan saat ini adalah langkah yang tepat waktu dan sangat signifikan. China memandang bahwa kewaspadaan terhadap kebangkitan militerisme masa lalu adalah kunci untuk menjaga stabilitas masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terbaru

Final Fantasy VII Revelation membutuhkan storage 200 GB saat rilis. Simak penjelasan Square Enix dan rincian konten DLC terbarunya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Final Fantasy VII Revelation Minta Storage 200 GB

Rabu, 23 Sep 2026 - 07:00 WIB

Kebakaran permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif Kebayoran Lama Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:21 WIB