Polri Gagalkan Penyelundupan Happy Water 1,7 Kg, Dua WNA Malaysia dan Cina Ditangkap

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso. (Dok-Polri)

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso. (Dok-Polri)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkotika jenis Happy Water. Polisi menangkap dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia dan Cina serta menyita barang bukti seberat 1,7 kilogram.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan, kasus ini terbongkar setelah tim Subdit I menerima informasi mengenai rencana penyelundupan narkotika melalui jalur udara. “Kasus ini terbongkar setelah tim memperoleh informasi terkait narkotika yang akan masuk ke Indonesia lewat jalur udara,” ujar Brigjen Eko, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Keluarkan Peringatan Dini Longsor Desember 2025, BPBD: Warga Jakarta Waspada

Berdasarkan informasi itu, tim opsnal langsung berkoordinasi dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Aparat kemudian menangkap WN Malaysia Muhammad Ridzuan Cheng (41) yang membawa Happy Water dalam dus berwarna pink seberat 1,7 kilogram. Penangkapan dilakukan Senin (25/8) saat tersangka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Tersangka mengaku disuruh seseorang berinisial B untuk menyerahkan barang tersebut kepada WN Cina bernama Wei Sihao (28) yang tinggal di apartemen kawasan Pademangan, Jakarta Utara,” jelas Brigjen Eko.

Selanjutnya, tim gabungan yang dipimpin Kasubdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Erlin Tan Jaya melakukan control delivery. “Tim yang memantau apartemen melihat seorang pria mencurigakan berdiri di samping tower. Petugas kemudian berhasil menangkap penerima Happy Water tersebut, yaitu WN Cina berinisial WZ (28),” ungkap Kombes Erlin.

Baca Juga :  Brigjen Densus 88 Blusukan ke Sawah, Eks Napiter Disulap Jadi Petani

Polisi mengamankan Wi Zhiao pada Selasa (26/8) pukul 05.10 WIB dan membawanya ke Bareskrim Polri. Saat ini, penyidik terus mendalami kasus tersebut untuk membongkar jaringan narkotika internasional yang berada di atas para kurir. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendag Gencarkan Friday Mubarak 2026, Diskon hingga 50 Persen Sambut Ramadan
Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang
Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga
Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite
Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan
Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang di Lepas Pantai Libya
Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur
Aliansi Pertahanan Udara: Jepang, Inggris, dan Italia Percepat Pengembangan Jet Tempur Generasi Terbaru

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:36 WIB

Kemendag Gencarkan Friday Mubarak 2026, Diskon hingga 50 Persen Sambut Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:07 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:59 WIB

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:55 WIB

Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:31 WIB

Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan

Berita Terbaru

Ilustrasi,
Tragedi di Kordofan. Kelompok paramiliter RSF meluncurkan serangan drone mematikan yang menyasar warga sipil dan bantuan pangan, memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman kelaparan massal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:59 WIB