Prabowo Siap Bentuk Komite Reformasi Kepolisian untuk Bongkar Struktur Lama

Senin, 20 Oktober 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Posnews/Humas)

Menteri Koordinator Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Posnews/Humas)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menantang publik ikut membahas arah baru struktur Polri di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai, masukan publik bisa menjadi sumbangan pemikiran penting bagi Komite Reformasi Polri yang akan dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Silakan masyarakat berdiskusi secara akademik, seminar, atau forum publik lainnya soal masa depan struktur Polri. Semua masukan itu bisa disampaikan ke Komite Reformasi Kepolisian,” ujar Yusril saat menghadiri acara di Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta, Senin (20/10/2025).

Baca Juga :  Program Cek Kesehatan Gratis 43 Juta Peserta, Prabowo Sebut Banyak Masalah Gigi

Yusril menegaskan, masyarakat bebas mengkaji apakah Polri tetap berada langsung di bawah Presiden atau akan berada di bawah kementerian baru. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo.

Apakah Polri tetap langsung di bawah Presiden seperti sekarang, atau dibentuk kementerian baru, atau ditempatkan di bawah kementerian yang adasilakan saja dibahas. Tapi keputusan final tetap di tangan Presiden,” tegas Yusril.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo pasti akan mengambil keputusan terbaik untuk masa depan Polri, sesuai kebutuhan reformasi hukum dan keamanan nasional.

Baca Juga :  Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai, Polri-TNI Buru Elkius Kobak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya yakin Bapak Presiden akan memutuskan yang terbaik bagi Polri ke depan,” tambahnya optimistis.

Terkait pembentukan Komite Reformasi Polri, Yusril mengaku belum menerima informasi resmi dari pemerintah. Namun, ia memastikan pengumuman resmi akan disampaikan dalam waktu dekat.

“Kita tunggu saja pengumumannya. Saya kira, Presiden akan segera menyampaikan pembentukan Komite Reformasi Polri itu,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB