Pria di Cilincing Tewas Gantung Diri, Diduga Frustasi Akibat Judi Online

Rabu, 1 Oktober 2025 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, mendadak gempar setelah menemukan seorang pria tewas gantung diri di rumahnya pada Selasa (30/9/2025) pukul 11.00 WIB.

Korban bernama Ahmad Zulkifli (42) ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung di kamar belakang.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Nurjanah (44). Usai pulang dari rumah anaknya di Jalan Malaka III, ia langsung kaget mendapati suaminya sudah dalam keadaan tergantung.

Baca Juga :  Apel Kasatwil 2025, Kapolri Pimpin Renungan Ribuan Obor Teguhkan Integritas Polri

“Melihat itu, saksi segera melapor kepada Asti Widyasari (41), Ketua RT setempat,” ungkap sumber kepolisian.

Hasil Olah TKP

Polisi dari Polsek Cilincing segera turun tangan. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Namun, keterangan saksi mengungkap korban sering bermain judi online.

“Dugaan sementara, korban nekat gantung diri akibat tekanan masalah pribadi terkait kebiasaan judi online,” kata petugas Polsek Cilincing.

Korban tercatat tinggal di Lorong Petak D, RT 005/005 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Namun ia juga sering menempati rumah lain di Jl. Malaka II, RT 008/005 Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, yang menjadi lokasi kejadian.

Kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Cilincing. Polisi kini masih mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan lokasi kejadian. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB